Pemkab Probolinggo Resmikan Pasar Rakyat Krucil setelah Renovasi yang Menghabiskan Dana Rp 957 Juta

Maksimalkan Fungsi Pasar, Pemkab Terus Rehab Pasar di Probolinggo Menghabiskan Anggaran Rp 957 Juta, Pasar Rakyat Krucil Diresmikan.

Pemkab Probolinggo Resmikan Pasar Rakyat Krucil setelah Renovasi yang Menghabiskan Dana Rp 957 Juta
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Peresmian Pasar Rakyat Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Selasa (19/3/2019) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko, akhirnya meresmikan pasar rakyat Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Selasa (19/3/2019) pagi.

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita. Pasar ini dibangun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 957.924.000 tersebut.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli barang atau jasa. Pasar memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

"Pasar juga merupakan tempat bergantungnya sebagian masyarakat untuk mencari nafkah," katanya.

Peduli Lingkungan, PTPN XI Gelar Perayaan HUT ke 23 di Sumber Mata Air Sentong Kota Probolinggo

Mantapkan Barisan Pasuruan - Probolinggo Dukung Paslon Nomor Urut 1

Menurut Mahbub, kegiatan rehab pasar tahun 2018 ini diperuntukkan untuk merehab loss, pagar, drainase, pavingisasi, talang dan pengecatan yang kondisinya mulai kusam dan rapuh.

Ada beberapa pasar yang direhab diantaranya adalah Pasar Sumber, Pasar Banyuanyar, Pasar Pajarakan, Pasar Krucil, Pasar Kraksaan Wetan. Khusus di Pasar Krucil, ada pembangunan loss dan kios RPH, rincianyya 89 kios dan 11 loss.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki pasar tradisional sebanyak 34 pasar dan jumlah pedagang 7.853 pedagang dan apabila diasumsikan maka ada 31.412 orang yang hidupnya bergantung di pasar.

“Pada tahun 2018 dibangun 6 pasar diharapkan dapat memberi contoh pasar kurang baik menjadi pasar tradisional yang bersih, tertib, aman dan nyaman. Agar menjadi pasar sehat, berdaya saing dan diminati masyarakat. Tahun 2019 akan dibangun 6 pasar tradisional lagi melalui Disperindag Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Putusan Kasasi Pidana 4 Tahun, Eks Wali Kota Probolinggo Pilih Ajukan PK, Nilai Keputusannya Janggal

Selain pembangunan dan revitalisasi pasar tahun 2018 yang berjumlah 6 pasar tradisional, pengelolaan diharapkan secara profesional dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai tempat penjualan dan promosi produk unggulan khas Kabupaten Probolinggo.

“Pada tahun 2019 ini kita sudah memasuki era perdagangan bebas Asean atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kita tidak perlu risau dan khawatir dengan kemampuan kita. Kita belajar mengenali diri kita, mengenal jati diri kita sebagai masyarakat gotong royong, repo seliro dan masyarakat yang cinta kasih,” tegasnya.

Sidik menghimbau dan berharap kepada masyarakat agar selalu mengibarkan semangat cintai produk Indonesia.

“Insya Allah produk kita menjadi kebanggaan negeri sendiri. Tumbuhnya pasar modern tidak lagi meresahkan para pedagang tradisional, tetapi bisa menjadikan semangat mengelola pasar tradisional secara modern dan profesional,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Sidik mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo, termasuk Kepala OPD dan Camat untuk berbelanja ke pasar rakyat tradisional.

“Semoga keberadaan pasar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo dan khususnya bagi para pedagang untuk menjual dagangannya,” pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved