Utang BPJS Capai Rp 27 M, Jika Klaim Terlambat 6 Bulan, RSUD dr Soegiri Lamongan Bakal Alami Ini

Utang BPJS Capai Rp 27 M, Jika Klaim Terlambat 6 Bulan, RSUD dr Soegiri Lamongan Bakal Alami Ini.

Utang BPJS Capai Rp 27 M, Jika Klaim Terlambat 6 Bulan, RSUD dr Soegiri Lamongan Bakal Alami Ini
SURYA/HANIF MANSHURI
RSUD dr Soegiri Lamongan Jawa Timur jalan Kusuma Bangsa, Selasa (19/03/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Meski sering ada keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS, RSUD dr Soegiri Lamongan sejauh ini masih bisa memberikan pelayanan kepada pasien.

Pasalnya, keterlambatan pembayaran dari BPJS selama ini rata - rata dalam rentang waktu 3 bulan.

"Kalau sampai enam bulan mungkin kami kesulitan," kata Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Haidir Anas kepada Tribunjatim.com, Sabtu (16/03/2019).

Hujan Deras, Jembatan Antar Desa Ambrol dan Puluhan Hektare Sawah Kebanjiran di Lamongan

Tinggalkan Rumah Sejak Pagi, Nenek Asal Lamongan ini Ditemukan Tewas di Kolam

Menurut Anas, jika keterlambatan pembayaran dari BPJS itu melebihi tiga bulan atau hingga enam bulan, pihaknya akan menghadapi masalah dengan biaya yang dibutuhkan rumah sakit.

Termasuk untuk belanja obat serta kebutuhan lainnya, bahkan termasuk gaji para pegawai.

Dua Kuli Panggul dari Lamongan Ini Tiarap Dengar Petir, Saat Menoleh, Korban Terbujur & Keluar Asap

"Alhamdulillah sampai saat ini masih bisa mengelola meski ada beberapa keterlambatan, termasuk untuk karyawan," katanya.

Ditanya untuk saat ini berapa BPJS menunggak membayar ? Anas menyebutkan, terlambat tiga bulan, terhitung mulai Desember 2018 hingg Januari - Maret 2019.

Kalau perkiraan totalnya mencapai sekitar Rp 27 miliar.

" Itu perkiraan," katanya.

Keterlambatan klaim dari BPJS itu tetap membawa berpengaruh dengan RSUD berpelat merah yang dipimpinnya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved