Sering Pentas di Berbagai Negara, Dian Bokir Tampil di Asian Got Talent Hanya Untuk Iseng

Nama Dian Bokir tiba-tiba mencuat, setelah muncul dalam Asian Got Talent yang ditayangkan AXN. Bokir mengaku berasal dari Trenggalek, Jawa Timur.

Sering Pentas di Berbagai Negara, Dian Bokir Tampil di Asian Got Talent Hanya Untuk Iseng
ISTIMEWA/South Borneo Art Festival
Dian Bokir saat menjadi salah satu penari yang mengisi South Borneo Art Festival (Festival Seni Kalimantan Selatan). 

Mulailah Bokir membuka koneksi dengan para seniman lintas negara.

“Saat itu modal nekat saja, Bahasa Inggris ngawur, sendirian, pokoknya nekat. Pokoknya berangkat ke Singapura,” tegasnya.

Pulang dari Singapura Bokir sempat melanjutkan tugas akhir, sebagai syarat kelulusan.

Saat itu ia sempat pentas di Prigi Art Festival di Pantai Prigi Trenggalek. Pentas itulah yang dijadikan tugas akhir.

Nama Bokir pun mulai dikenal di antara seniman lintas negara.

Berbekal kemampuan olah tubuhnya yang mumpuni, ia banyak direkomendasi dan diajak pentas di berbagai panggung festival.

Selama ini Bokir menghindari kedinasan, karena dianggap terlalu ribet.

“Kuncinya adalah totalitas dalam setiap pentas. Keluarkan semua kemampuan jika dipercaya orang. Dan setiap hari berlatih, bukan hanya menjelang kalau ada pentas,” ungkapnya.

Setiap kali ke luar negeri, Bokir selalu memperkenalkan diri sebagai orang Trenggalek.

Menurutnya, Trenggalek adalah tempat yang indah dan penuh kesenian yang layak dibanggakan.

Ia juga sempat mendirikan sanggar DiMar Dance Theatre bersama kekasihnya, Martina Feiertag asal Jerman.

Namun karena terlalu sering ditinggal pentas ke luar negeri, kelas seni yang sempat dibuka vakum.

Lebih jauh ia mengungkapkan, Indonesia sangat kaya dengan seni tari.

Ramalan Kesehatan Zodiak Hari Ini Kamis 21 Maret 2019: Gemini Kurang Energi, Pisces Butuh Meditasi

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 21 Maret 2019: Cancer Ada Masalah, Pisces Banyak Tugas, Aquarius Sibuk

Dalam konteks tari kontemporer di barat, dasar mereka adalah tari balet.

Balet sudah adalah seni tradisional mereka yang selalu menjadi dasar setiap karya tari komtemporer yang dilahirkan.

Sementara Indonesia punya di Indonesia sangat banyak tari, yang bisa memperkaya karya tari komtemporer seniman tari.

“Mungkin kekurangan kita, penari belum bisa jadi profesi, hanya sekedar hobi. Sementara di barat penari adalah profesi yang bisa menghidupi,” pungkas Bokir. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved