MILO Football Championship Pertama Kali Digelar di Surabaya, Setiap Tim Wajib Sertakan Pemain Wanita

MILO Football Championship sudah memasuki tahun kelima penyelenggaraan, dan untuk pertama kalinya diadakan di Surabaya

MILO Football Championship Pertama Kali Digelar di Surabaya, Setiap Tim Wajib Sertakan Pemain Wanita
TRIBUNJATIM.COM/ JANUAR ADI SAGITA
Ponaryo Astaman dan Kurniawan Dwi Yulianto saat berkunjung ke Redaksi TribunJatim.com, Jumat (22/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - MILO Football Championship sudah memasuki tahun kelima penyelenggaraan, dan untuk pertama kalinya diadakan di Surabaya

Lebih dari 2.000 pesertayang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Gresik telah mengikuti babak kualifikasi yang dilaksanakan secara serentak pada 16-17 Februari 2019 lalu.

Dari total 128 sekolah dasar yang mendaftar, telah terpilih 16 sekolah dasar untuk maju ke babak final regional MILO Football Championship Surabaya yang akan dilaksanakan pada 23-24 Maret di Stadion Brawijaya, Surabaya.

Turnamen itu akan melibatkan dua legenda sepak bola Indonesia, Ponaryo Astaman, dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Mereka akan turut menyeleksi kemampuan para peserta.

Persebaya Vs Tira Persikabo, Perkuat Lini Serang, Bajul Ijo Fokus Latihan Finishing

Bhayangkara FC Vs Arema FC, Milomir Seslija Lakukan Antisipasi Gaya Bermain Cepat The Guardian

"Kalau tahun lalu itu sistemnya 9 lawan 9, kalau sekarang berubah menjadi 7 lawan 7," kata Kurniawan Dwi Yulianto saat berkunjung ke kantor redaksi TribunJatim.com, di Jalan Rungkut Industri, Surabaya, Jumat (22/3/2019).

Mantan striker Persebaya Surabaya itu mengungkapkan, perubahan itu memang untuk mengakomodir permintaan FIFA.

Kurniawan menjelaskan, pertandingan itu memang disengaja diseleksi berdasarkan dari masing-masing sekolah dasar, dan bukan sekolah sepak bola (SSB).

"Kadang itu ada anak yang bermain bagus, tapi tidak masuk SSB. Alasannya di daerahnya tidak ada SBB. Bisa juga karena tidak ada biaya untuk masuk SSB," terangnya.

Sementara itu, Ponaryo Astaman mengatakan dalam turnamen kali ini setiap tim juga harus memasukkan dua pemain wanita.

"Ini juga permintaan dari FIFA supaya tidak ada perbedaan gender," papar Ponaryo Astaman.

Penulis: Januar AS
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved