Polres Malang Instruksikan Jajarannya Berantas Praktik Politik Uang Jelang Pemilu 2019

Kapolres Malang meminta kepada anggotanya bersama-sama berantas money politic yang marak terjadi ketika Pemilu berlangsung.

Polres Malang Instruksikan Jajarannya Berantas Praktik Politik Uang Jelang Pemilu 2019
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, saat Apel Gelar Pasukan, di Polres Malang, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemilihan umum (Pemilu) sudah di depan mata.

Pesta demokrasi yang akan digelar serentak pada 17 April 2019 itu disikapi Polres Malang dengan menggelar Apel Gelar Pasukan,di Polres Malang Jumat (22/3/2019).

“Pada agenda kali ini, sedikitnya diikuti oleh 522 personel gabungan. Namun dalam rangka pengamanan Pemilu, kami bakal menyiagakan lebih dari 1.000 personel,” terang Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Jalan Berlubang di Kota Malang, Relawan Galang Dana Kumpulkan Uang Perbaiki 20 Persen Jalan Rusak

BTOB Ditinggal 3 Membernya Wajib Militer, Sungjae Terpilih Jadi Leader dan Maknae Baru

AKBP Yade Setiawan Ujung menambahkan, selain memastikan Pemilu berjalan secara kondusif, ia juga meminta kepada anggota Reskrim Polres Malang serta polsek jajaran, bersama-sama berantas money politic yang marak terjadi ketika Pemilu berlangsung.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi, dan Komandan Kodim 0818/ Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, memantau kesiapan petugas dalam Apel Gelar Pasukan, di Polres Malang, Jumat (22/3/2019).
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi, dan Komandan Kodim 0818/ Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, memantau kesiapan petugas dalam Apel Gelar Pasukan, di Polres Malang, Jumat (22/3/2019). (SURYA/ERWIN WICAKSONO)

“Petugas dikerahkan untuk aktif melakukan pencegahan money politic, termasuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran hukum semacam itu,” beber AKBP Yade Setiawan Ujung.

Potensi timbulnya hoax saat Pemilu juga menjadi atensi Polres Malang.

Johan Farizi Kembali ke Arema FC, Milomir Seslija Sumringah Dapat Tambahan Kekuatan

Tidak Ikut Dibawa Timnas Indonesia, Fachrudin Aryanto dan M Ridho Bakal Kembali Gabung Madura United

AKBP Yade Setiawan Ujung menginstruksikan kepada jajaranya untuk berantas peredaran hoax yang marak terjadi ketika menjelang Pemilu 2019.

"Jangan mudah terpengaruh kabar hoax. Sebab hoax terbukti bisa memecah proses demokrasi, semoga proses Pemilu mendatang bisa berjalan secara aman, tertib, dan kondusif,” harapnya.

Terkait praktik politik uang, Polres Malang sebelumnya sudah mengamankan tiga pelaku judi Pilkades atau yang biasa disebut botoh.

Pembersihan Darurat di Jalur Lumajang-Malang Piket Nol, Masih Ada Material Batu, Jalan Ditutup Total

Ketiga pelaku tersebut adalah Nur Wiji, Pondi, dan Muhammad Mursit, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Malang.

Petugas mengamankan barang bukti, di antaranya tiga buah handphone, rekapan judi botoh, serta uang tombokan senilai Rp 40,8 juta.

“Kami memang pernah ungkap kasus judi botoh di Pilkades yang diadakan di salah satu desa di Kecamatan Gondanglegi. Namun terkait money politic pada Pemilu mendatang, dari pantauan kami masih tergolong aman. Petugas sementara ini belum menemukan indikasi tersebut (money politic),” tutur AKBP Yade Setiawan Ujung. (Surya/Erwin Wicaksono)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved