Polda Jatim Periksa Oknum Polisi Pasuruan di Insiden Perampasan dan Penghapusan File Wartawan

Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy P menyampaikan permohonan maaf kepada 2 wartawan yang jadi korban perampasan dan penghapusan file

net
Ilustrasi Wartawan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy P menyampaikan permohonan maaf kepada rekan - rekan wartawan, khususnya Ary Suprayogi, wartawan TV One dan Iwan Nur Hidayat, wartawan Suara Publik.

Permintaan maaf ini terkait insiden perampasan dan penghapusan file hasil liputan yang terjadi dua hari yang lalu.

Kata dia, ada keselahpahaman antara oknum polisi yang melakukan perampasan dan penghapusan.

Ia berjanji siap mendatangi Kantor PWI Pasuruan untuk menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi atas kejadian itu. Kata dia, itu akan dilakukannya pada besok pagi (27/3/2019).

(Selama Sebulan, Ribuan Pengendara Ditilang di Wilayah Polres Pasuruan)

(Polres Pasuruan Akan Mulai Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis)

"Iya, tadi saya mendampingi pak Kapolres bertemu dengan perwakilan PWI yang menyerahkan pernyataan sikap. Kami mohon maaf, kami tidak ada maksud apa - apa," ucap Endy

"Tadi, pak kapolres juga sudah minta hubungan baik dengan rekan wartawan harus tetap terjaga. Dan segera meminimalisir situasi kesalahpahaman yang terjadi sekarang ini," tambahnya.

Endy menyampaikan, dalam insiden ini, pihaknya selalu ingin beritikad dan bermaksud baik.

Oleh karena itu, sekali lagi, ia menegaskan bahwa insiden ini murni karena ada salah komunikasi.

Bahkan, ia pun berencana membawa dua anggota polisi yang bersikap arogan itu dalam kunjungannya ke kantor PWI.

"Biar klir semuanya. Kalau perlu antara dua anggota dan dua wartawan yang terlibat dalam insiden itu dipertemukan," jelasnya.

(Nyambi Jual Sabu, Sopir Travel Asal Desa Purwosari Diringkus Satresnarkoba Polres Pasuruan)

(Selama Sebulan, Ribuan Pengendara Ditilang di Wilayah Polres Pasuruan)

Disinggung soal sanksi, Endy menegaskan, tanpa diminta, sudah ada tim dari Propam Polda Jawa Timur yang turun untuk menyelidiki kasus ini. Kata dia, tim ini sudah turun sejak pagi hari tadi.

Dan kemungkinan, masih akan ada di sini dalam beberapa hari ke depan.

"Kaitannya ya insiden ini. Hari ini saya juga sudah diperiksa tim Polda Jawa Timur. Saya dimintai keterangan oleh tim Propam terkait kejadian itu. Saya sampaikan sebatas yang apa saya tahu," ucap Endy.

"Kalau anggota shabara yang terlibat insiden itu kayaknya ya sudah jelas diperiksa, saya aja diperiksa baru sore tadi," pungkas dia.

Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang sama - sama menyatakan sikap atas kasus perampasan alat kerja milik dua wartawan oleh oknum anggota polisi di Polres Pasuruan Kota.

Kedua rekan wartawan yang dimaksud yakni Ary Suprayogi, wartawan TV One dan Iwana Nur Hidayat, wartawan Suara Publik.com.

Kedua organisasi profesi jurnalis itu sama - sama mengecam aksi perampasan dan penghapusan file peliputan milik dua wartawan itu.

Bahkan, mereka menganggap bahwa ini bentuk perampasan kemerdekaan pers yang sedang melakukan kegiatan peliputan.

Reporter: Surya/galih Lintartika

(Polemik Penebangan Pohon di Pasuruan yang Disinyalir Milik Aset BBWS Brantas)

(Pengedar Narkoba dari Mojokerto Baru Saja Transaksi Sabu di Pasuruan, Keburu Diringkus Polda Jatim)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved