Bawa Sabu 1,05 Kg, Dua WNA Asal Malaysia Mengaku Tidak Diperiksa Petugas Bandara

Chia Kim Hwa, dan Henry Lau Kie Lee kurir narkoba seberat 1,05 kilogram mengaku tidak diperiksa petugas setiba di Bandara Juanda Surabaya.

Bawa Sabu 1,05 Kg, Dua WNA Asal Malaysia Mengaku Tidak Diperiksa Petugas Bandara
Surya/samsul hadi
Terdakwa Chia Kim Hwa, dan Henry Lau Kie Lee kurir narkoba seberat 1,05 kilogram jalani sidang di PN Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Chia Kim Hwa, dan Henry Lau Kie Lee kurir narkoba seberat 1,05 kilogram mengaku tidak diperiksa petugas setiba di Bandara Juanda Surabaya.

Keduanya yang membawa serbuk haram itu lolos dari pantauan X-ray. Pengakuan ini disampaikannya saat sidang di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Terdakwa menyatakan saat di Bandara hanya melewati mesin X-ray saja. Keduanya menggelengkan kepala saat ketua majelis hakim Dwi Purwadi menanyakan apakah petugas memeriksa badan mereka dengan alat metal detektor dan pemeriksaan fisik secara manual.

"Saya melewati petugas begitu saja tanpa diperiksa. Disuruh masuk saja," ujar Chia dalam bahasa mandarin yang disampaikan penerjemahnya, Rabu, (27/3/2019).

Paket sabu-sabu itu mereka bawa dari Malaysia dengan ditempelkan ke badan menggunakan selotip. Hakim tidak percaya ketika keduanya mengaku tidak tahu kalau yang mereka bawa sabu-sabu.

Selama Dua Tahun Bapak di Tegalsari Surabaya tega Cabuli Anak Tirinya

Pria Probolinggo ini Akhirnya Cabut Laporan dan Minta Maaf Setelah Melihat Alat Kelamin Menantunya

Masih di Vietnam, Persebaya Terancam Gagal Mainkan Osvaldo Haay Saat Laga Kontra PS Tira Persikabo

"Tidak mungkin kalian tidak tahu kalau dililitkan ke badan itu. Kalau barang biasa ngapain tidak ditaruh di tas saja," kata hakim Dwi.

Mendengar keraguan itu, mereka tetap kukuh kalau tidak tahu isinya narkoba. Keduanya menyatakan hanya menerima perintah saja dari bandar di Malaysia. Mereka bersedia membawa sabu-sabu ke Surabaya karena dijanjikan pekerjaan di Hongkong.

"Saya curiga ada yang tidak beres tapi tidak bisa menolak," tambah Henry.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved