Dukung Hendropriyono yang Warning Perpecahan Ideologi dalam Pemilu, La Nyalla: Pancasila Sudah Final

Dukung Hendropriyono yang Warning Perpecahan Ideologi dalam Pemilu, La Nyalla: Pancasila Sudah Final.

Dukung Hendropriyono yang Warning Perpecahan Ideologi dalam Pemilu, La Nyalla: Pancasila Sudah Final
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti mendukung peringatan yang disampaikan oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, terkait adanya potensi perpecahan bangsa akibat konflik ideologi yang menumpang dalam hajat Pilpres 2019 ini.

Menurut La Nyalla, rumusan Pancasila sudah final dan terbukti mampu mengakomodasi semua kepentingan bangsa Indonesia yang mempunyai keberagaman suku ras agama dan budaya.

“Semua agama yang ada di Indonesia, termasuk Islam, telah terakomodasi di dalam falsafah dan sila-sila Pancasila.

La Nyalla Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur

La Nyalla Instruksikan Kader Baru Pemuda Pancasila Surabaya Door to Door Menangkan Jokowi-Maruf

Jadi kita musti waspada terhadap adanya agenda-agenda terselubung untuk mengoreksi Pancasila dan menerapkan sistem yang lain di Indonesia. Saya pikir saya setuju dengan peringatan yang disampaikan Pak Hendropriyono itu,” urai calon anggota DPD RI dari dapil Jawa Timur itu, Kamis (28/3/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, Hendropriyono mengingatkan bahwa pemilu serentak 17 April 2019 mendatang berbeda dengan Pemilu sebelumnya.

La Nyalla: Kader Pemuda Pancasila Tak Dukung Jokowi-Maruf Amin, Silakan Minggir!

Menurut dia, pertarungan Pemilu sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.

"Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya. Orang yang berhadapan bukan hanya kubu, dari Pak Jokowi dan kubu dari Pak Prabowo, tapi antara ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah," kata Hendropriyono di Gedung Pertemuan Kesatrian Soekarno Hatta, BIN, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Oleh sebab itu Hendropriyono juga meminta masyarakat harus mulai menentukan pilihan dan memahami calon pemimpin yang hendak dipilih pada Pemilu 2019.

"Yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana. Rakyat harus jelas mengerti. Bahwa dia harus memilih yang bisa membikin dia selamat," ujar dia.

Hendropriyono juga menjelaskan bahwa, selama ini ideologi Pancasila telah membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya.

Namun, dengan adanya ideologi khilafah yang sekarang ini sedang marak, masyarakat pun harus lebih memahami apa yang benar-benar menjadi pilihannya.

Karena ideologi khilafah sendiri sudah tidak berfungsi sejak abad ke-13, tepatnya sejak tahun 1258. Menurut Hendropriyono, negara-negara Islam dan Arab sekalipun lebih memilih tata negara kerajaan.

"Tidak ada lagi yang memilih khilafah ini. Karena juga secara resmi sudah tidak diikuti, dibubarkan. Itu 1924. Masa sekarang mau ke sana. Jangan coba-coba.

Kita tahu apa yang terjadi di Suriah dan Iraq adalah karena coba-coba, jadi tolong jangan salah pilih. Saya tidak nakut-nakutin," tambahnya.

Hendropriyono mengimbau agar masyarakat benar-benar yakin dengan pilihan yang dianggapnya sebagai yang terbaik. Karenanya, golput pun sebaiknya dihindari.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved