Terbukti Edarkan Sabu 14 Kilogram, Pria Asal Surabaya ini Divonis 15 Tahun Penjara

Pria 29 tahun asal Simo Pomahan Surabaya ini dianggap terbukti bersalah mengedarkan berbagai macam jenis narkotika senilai Rp 5 miliar.

Terbukti Edarkan Sabu 14 Kilogram, Pria Asal Surabaya ini Divonis 15 Tahun Penjara
Surya/samsul Arifin
Terdakwa Imam Santoso terbukti mengedarkan sabu seberat total 14 kilogram, dia divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim PN Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Imam Santoso harus menyesali perbuatannya di balik jeruji besi selama 15 tahun lamanya.

Pria 29 tahun asal Simo Pomahan Surabaya ini dianggap terbukti bersalah mengedarkan berbagai macam jenis narkotika senilai Rp 5 miliar.

Pekerja dekorasi tamatan SMP ini dinyatakan melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

 "Mengadili, menyatakan terdakwa Imam Santoso terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan satu," ujar hakim Sapruddin saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (27/3/2019).

 Selain memvonis pidana penjara, Imam juga diharuskan membayar denda Rp 100 miliar. Bila tidak sanggup membayarnya, maka diganti dengan pidana tiga bukan kurungan.

Warga Krian Sidoarjo Ditangkap Saat Edarkan Sabu-sabu di Jombang

Bawa Sabu 1,05 Kg, Dua WNA Asal Malaysia Mengaku Tidak Diperiksa Petugas Bandara

Selama Dua Tahun Bapak di Tegalsari Surabaya tega Cabuli Anak Tirinya

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Darwis. Dalam sidang sebelumnya, jaksa Darwis menuntutnya 20 tahun penjara. Terdakwa juga didenda Rp 100 miliar subsider enam bulan penjara.

Menanggapi vonis tersebut, jaksa Darwis maupun terdakwa Imam menyatakan pikir-pikir. Meskipun demikian pengacara terdakwa, Ronni Brahmari menyatakan bahwa vonis tersebut sudah sesuai dengan perbuatan kliennya.

"Saya rasa sudah sesuai karena barang buktinya lumayan. Kami sudah berusaha maksimal," ujar Ronni seusai sidang.

 Iwan ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di rumahnya pada 5 November tahun lalu. Dari penggeledahan, polisi mendapatkan barang bukti sabu-sabu seberat 4,7 kilogram, 7.700 butir ekstasi dan 18,7 gram ganja. Terdakwa mendapatkan narkotika itu dari seorang tahanan di Lapas Madiun. Barang itu diperoleh terdakwa dengan diantar ojek online.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved