Ujian Nasional Tak Lagi Acuan PPDB di Surabaya, Para Calon Siswa Baru Kini Adu Cepat

Siapa cepat dia dapat. Prinsip ini yang akan berlaku dalam penerapan PPDB di Kota Surabaya sekitar akhir Mei nanti.

Ujian Nasional Tak Lagi Acuan PPDB di Surabaya, Para Calon Siswa Baru Kini Adu Cepat
SURYA/DAVID YOHANES
ilustrasi pendaftaran siswa baru 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Siapa cepat dia dapat. Prinsip ini yang akan berlaku dalam penerapan PPDB di Kota Surabaya sekitar akhir Mei nanti.

Ya, mulai tahun ini, Proses Penerimaan Peserta Didik Baru tidak lagi menggunakan tinggi atau rendahnya nilai ujian Nasional sebagai acuan masuk ke sekolah lanjutan.

Nilai Ujian Nasional (NUN) hanya berlaku pada momen tertentu. Salah satunya adalah saat pemenuhan pagu terakhir dalam satu sekolah.

Jika pemenuhan pagu hingga akhir pendaftaran terdapat kelebihan pagu, nilai NUN itu yang akan menentukan.

(Terjerat Kasus Narkoba, Siswa SMKN 1 Bangkalan Jalani Ujian Nasional dengan Kawalan Polres Bangkalan)

(Mendikbud Muhadjir Effendy Sebut Pelaksanaan Ujian Nasional di Lokasi Bencana Tetap Gunakan Komputer)

Ini sebagaimana ketentuan dalam Pemendikbud 52/2018 yang juga mengatur PPDB.

Terutama saat pemenuhan pagu ternyata memiliki jarak rumah dan sekolah sama maka akan berlaku adu nilai. 

Sebagaimana poinnya, untuk daya tampung terakhir dari sisa kuota jalur zonasi.

Jika terdapat calon peserta didik yang memiliki jarak tempat tinggal dengan Sekolah yang sama, maka dilakukan dengan memprioritaskan peserta didik yang memiliki nilai ujian Sekolah berstandar nasional lebih tinggi. 

Jadi semua didasarkan pada hal pokok jarak rumah dengan sekolah dalam Zonasi yang ditetapkan.

Jika jaraknya sama Persis maka pendaftar lebih awal yang lebih berhak mengisi pagu.  

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Surabaya Sudarminto, PPDB mengakui nanti memang berlaku hukum adu cepat mendaftar.

"Sabar dulu lah. Nanti ketentuan resmi PPDB Kota Surabaya akan kami sampaikan," ucapnya.

Reporter: Surya/Nuraini Faiq

(PPDB Surabaya, Nilai Ujian Nasional Tidak Lagi Jadi Penentu untuk Masuk SMP Favorit)

(PPDB 2019 Akan Digelar Bulan Mei,Sekolah Kawasan Terancam Dihapus Karena Permendikbud 51/2018)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved