Sempat Khawatir, Kapolrestabes Surabaya Hadir dan Beri Dukungan Film 'How To Tell' Bertema Teroris

Film berjudul How To Tell produksi Lintas Sinema Surabaya malam ini diputar dalam studio 3 XXI Ciputra World Surabaya Mall, Jumat (29/3/2019).

Sempat Khawatir, Kapolrestabes Surabaya Hadir dan Beri Dukungan Film 'How To Tell' Bertema Teroris
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Kombespol Rudi Setiawan ditemui pasca menonton film How To Tell karya kelompok sineas muda se Surabaya, di XXI Ciputra World Surabaya Mall, Jumat (29/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Film berjudul How To Tell produksi Lintas Sinema Surabaya malam ini diputar dalam studio 3 XXI Ciputra World Surabaya Mall, Jumat (29/3/2019).

Dalam pemutaran film tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan tampak hadir pada pemutaran sesi satu.

Setelah menyaksikan film pendek berdurasi sekitar 20 menit yang mengangkat tema tragedi bom Surabaya pada Mei 2018 lalu itu, Rudi menyampaikan, awalnya ia sempat khawatir akan pemutaran film tersebut.

Sebab, terorisme merupakan isu yang sensitif untuk dibahas. Menayangkan film dengan tema tersebut secara masif, dikhawatirkan Rudi akan berdampak adanya reaksi keras yang timbul dari beberapa kelompok tertentu.

VIDEO : 25 Tahun Berkarya, Desainer Ai Syarif Akan Gelar Show Tunggal di Grand City Surabaya

Ada Blockbuster Museum Surabaya, Museum Khusus Film dan Game, Ribuan Diorama Figur Film Terpajang

"Awal saya mendapat informasi mengenai ada film bertema teroris yang akan tayang di sini, saya khawatir. Tapi setelah saya mendapatkan informasi tambahan yang telah dikumpulkan oleh anggota saya, saya setuju nonton. Selamat untuk kalian semua," ujarnya yang hadir mengenakan jas berwarna biru.

Ia pun mengatakan bahwa ia bangga terhadap anak-anak Surabaya yang punya ide kreatif, memaknai peristiwa terorisme sesuai bidangnya. Menurut Rudi, hal ini perlu didukung supaya karya mereka akan lebih berkembang kedepannya.

Abra Merdeka, sutradara film tersebut pun bercerita, sebelum pemutaran film pendek tersebut, ia sempat dipanggil untuk menghadap Kapolrestabes.

"Jujur saja saya deg-degan juga waktu itu. Kami berdiskusi, saya sampaikan maksudnya apa, tujuan film ini lebih kepada menyadarkan masyarakat untuk menumbuhkan lagi perasaan tenggang rasa, peduli satu sama lain, menjaga diri sendiri. Setelah mendengar itu, film ini diizinkan tayang hari ini," ujar Abra.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved