Kredit Usaha Rakyat Bisa Dinikmati Petani di Ambulu Jember

Penyaluran kredit murah kepada petani mulai menunjukkan hasil. Subiyantoro selaku Kepala Desa Sabrang Kecamatan Ambulu, kabupaten Jember

sri wahyunik/surya
Bupati Jember Faida acara petik padi Desa Sabrang Kecamatan Ambulu, Jember, Minggu (31/3/2019) 

TRIBUNJATIM. COM, JEMBER - Penyaluran kredit murah kepada petani mulai menunjukkan hasil. Hal ini diakui oleh Subiyantoro selaku Kepala Desa Sabrang Kecamatan Ambulu, kabupaten Jember, saat tasyakuran petik padi Gapiktan Tirtomulyo Desa Sabrang, Sabtu (30/3/2019).

Penyaluran kredit murah itu merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan BNI.

"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Subiyantoro kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya, petani bisa mengakses fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) BNI. Terdapat 500 orang petani yang mengakses KUR yang berasal dari 10 Gapoktan di desa itu.

Subiyantoro menjelaskan, petik padi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan para petani. Petik padi kali ini telah memasuki tahun ketujuh.

Luas lahan garapan petani di Desa Sabrang sebesar 11.700 hektar. Luas itu dikelola oleh sepuluh kelompok tani, yang satu di antaranya merupakan kelompok tani perempuan yakni Kelompok Tani Dewi Sartika.

Terkait produksi pertanian, Subiyantoro mengungkapkan rata-rata produksi padi setiap tahun di Desa Sabrang mencapai 10 ton per hektar. Sementara dari ubinan mencapai sekitar 12 ton.

Ladang 5.000 Pohon Ganja Seluas 4 Hektar di Aceh Ditemukan Polisi setelah Terobos Sungai dan Hutan

Ashanty dan Raul Lemos Jadi Orangtua Sambung, Aurel Hermansyah Punya Perlakuan Berbeda pada Mereka

Khirani Trihatmodjo Putri Mayangsari Ulang Tahun ke-13, Yuni Shara Ungkit Kejadian Masa Lalu

"Sesuai RPJMD Kabupaten Jember, bahwa ekonomi berbasis pada sektor pertanian. Kami sangat mendukung masyarakat Desa Sabrang," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Sedangkan Bupati Jember Faida yang hadir di tasyakuran itu mengatakan kredit usaha rakyat yang dinikmati petani tanpa jaminan sertifikat tanah maupun rumah.

"Jaminan pertanian yang dia lakukan, bukan sertifikat tanah, bukan sertifikat rumah," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Di era baru ini, lanjutnya, maka yang bisa menjadi jaminan kredit bank termasuk kegiatan para petani.

"Sesuai yang dicita-citakan para petani, dan karena instruksi Presiden Jokowi, bahwa petani harus bisa mendapatkan bantuan modal tanpa jaminan surat surat berharga," pungkasnya. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved