Eks Kapolsek di Garut Sebut Diperintah Menangkan Satu Paslon Pilpres, BPN: Mengecewakan Rakyat

Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso sampaikan keprihatinannya terkait kasus eks Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Azis

Eks Kapolsek di Garut Sebut Diperintah Menangkan Satu Paslon Pilpres, BPN: Mengecewakan Rakyat
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso ketika ditemui di Surabaya, Senin (25/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengungkapkan keprihatinannya terkait kasus eks Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Azis.

AKP Sulman menyebut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna telah memberi perintah untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Priyo mengatakan kasus ini bisa memicu amarah rakyat kepada Polri yang bisa saja berujung menurunkan kepercayaan rakyat kepada Jokowi sebagai kepala negara.

"Cara-cara seperti itu, betul-betul mengecewakan rakyat, dan mengancam bangunan demokrasi kita," kata Priyo Budi, Senin (1/4/2019).

(Kunjungi Pamekasan, Kapolri dan Panglima TNI Bagikan 1000 Paket Sembako Pada Warga Kurang Mampu)

(Kyai Muda Bersatu Galang Kekuatan Muslimat dan Fatayat Untuk Menangkan Jokowi-Maruf Amin)

Untuk itu, ia pun meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menelusuri dan menegur aparat kepolisian yang melakukan hal-hal semacam itu.

"Kalau terjadi pembiaran lagi, ini membahayakan sendi persaudaraan kita sebagai bangsa karena akan menimbulkan saling curiga, karena sepatutnya Polri harus netral dan memayungi semuanya," lanjut Sekjen DPP Partai Berkarya ini.

Lebih lanjut, BPN kata Priyo sudah sejak lama mencium gelagat yang kurang sehat terkait adanya mobilisasi aparat.

"Kami mencium gelagat yang tidak sehat. Kami melihat adanya mobilisasi. Apakah ini perang total yang diserukan Pak Jokowi, saya tidak tahu," ucap Priyo.

"Kalau Pak Jokowi membiarkan seperti ini saya pastikan tidak berkah, karena tidak berkah akan memberikan kemarahan publik," lanjutnya.

Walaupun begitu, Priyo Budi Santoso memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang telah mengirimkan telegram kepada para anggotanya untuk netral. 

AKP Sulman Azis sendiri sempat diperiksa di Polda Jabar terkait pernyataanya. Kabar terakhir menyebut, AKP Sulman Azis mencabut pernyataannya.

(Dengan Alasan Versinya, Fahri Hamzah Yakin Prabowo Akan Jadi Presiden Indonesia ke-8)

(Bagikan Tips Singkat Pilpres Pakai Istilah TPS, Ini Cara Sandiaga Uno Raup Suara Pemilih Jatim)

 

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved