Dua Tukang Parkir dari Blitar Ini Nekat Rampas Tas Guru di Jalan, Dicokok Polisi di Rumahnya

Dua Tukang Parkir dari Blitar Ini Nekat Rampas Tas Guru di Jalan, Dicokok Polisi di Rumahnya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sudarma Adi
SURYA/SAMSUL HADI
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar (tengah) didampingi Kasat Reskrim dan Kasubag Humas menunjukkan barang bukti kasus perampasan, Selasa (2/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Satreskrim Polres Blitar Kota membekuk Freluce (43), warga Jl Majapahit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar dan Maulana (20), warga Jl Krantil, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Dua tukang parkir itu merampas tas milik seorang guru asal Jl Trowulan, Kota Blitar.

Aksi perampasan terjadi di Jl Patimura, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada 4 Maret 2019 lalu.

Diduga Serangan Jantung, Pria di Kota Blitar Ditemukan Tewas, Saksi: Sempat Mondar-Mandir dan Roboh

Polres Blitar Kota Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Tuliskriyo, Bendahara Desa Menghilang

Tetapi, polisi baru menangkap Freluce dan Maulana, Senin (1/4/2019).

"Keduanya kami tangkap di rumahnya masing-masing," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, saat merilis kasus itu, Selasa (2/4/2019).

UNBK Mulai Dilakukan di SMAN 1 Kota Blitar, Dipantau Lewat Kamera CCTV

AKBP Adewira mengatakan dalam aksinya, pelaku berboncengan naik sepeda motor. Maulana sebagai pengemudi sepeda motor sedangkan Freluce yang dibonceng. Freluce yang berperan menarik tas milik korban.

"Di tas milik korban terdapat ponsel dan uang tunai Rp 2,5 juta. Dari pengembangannya, ternyata kedua pelaku juga pernah menjambret di tempat lain," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan polisi pertama kali menangkap Maulana. Setelah itu, polisi baru menangkap Freluce.

Polisi menemukan sejumlah ponsel, dompet, dan tas di rumah Freluce. Polisi menduga sejumlah ponsel, dompet, dan tas yang ditemukan di rumah Freluce juga hasil kejahatan.

"Tapi, pelaku mengaku itu barang titipan dari teman-temannya. Kami masih menyelidikinya," ujar Heri.

Heri menjelaskan penangkapan pelaku berawal dari melacak ponsel milik korban yang dirampas pelaku.

Ponsel korban ternyata dijual pelaku di wilayah Malang. Polisi mendatangi pembeli ponsel korban di Malang.

Dari pembeli ponsel itu, polisi mendapatkan ciri-ciri pelaku.

"Kami langsung melakukan penangkapan. Sebenarnya otak perampasan itu Freluce," katanya.

Saat di depan polisi, Freluce dan Maulana justru saling melempar tanggung jawab. Freluce menyangkal telah melakukan perampasan.

Dia menuding Maulana yang melakukan perampasan. Freluce mengaku hanya diajak Maulana.

"Saya tidak melakukan (perampasan), saya hanya diajak dia (Maulana)," kata Freluce.

Hal berbeda disampaikan Maulana. Maulana mengatakan dalam aksi itu Freluce yang berperan menarik tas korban. Sedangkan dia bagian mengemudi sepeda motor.

"Saya yang mengemudikan sepeda motor, dia (Freluce) yang menarik tas korban," ujar Maulana, yang juga residivis kasus perampasan itu.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved