Fandi Utomo Terus Getol Sosialisasikan Gagasan Jokowi Agar Masyarakat Siap Hadapi Tahun 2020

Fandi Utomo mensosialisasikan gagasan capres 01 Joko Widodo yang berpasangan dengan Kiai Ma’ruf Amin untuk mempersiapkan rakyat Indonesia menghadapi

Fandi Utomo Terus Getol Sosialisasikan Gagasan Jokowi Agar Masyarakat Siap Hadapi Tahun 2020
istimewa
Fandi utomo bersama pendukungnya 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Fandi Utomo mensosialisasikan gagasan capres 01 Joko Widodo yang berpasangan dengan Kiai Ma’ruf Amin untuk mempersiapkan rakyat Indonesia menghadapi era revolusi Industri 4.0.

Gagasan itu ialah dengan meluncurkan tiga kartu yang nantinya dapat membantu mensejahterakan rakyat di tahun 2020.

Fandi yang juga merupakan calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil Jatim 1 Surabaya- Sidoarjo nomor urut 3, menilai, program tiga kartu dari Jokowi, yakni Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kuliah, dan Kartu Sembako Murah akan sangat bermanfaat dan mampu menjawab dua momentum besar yang akan melanda Indonesia di tahun 2020 mendatang, khususnya untuk Kartu Pra Kerja.

“Dua momentum besar itu adalah isu komersialisasi hasil revolusi industri 4.0, dan bonus demografi yang akan melanda Indonesia menyongsong Indonesia Emas,” jelas Fandi saat menyapa warga di RW 4 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Pria yang akrab disapa FU ini, menilai, hal ini dapat menjadi langkah persiapan menjelang Indonesia emas 2045. Menurutnya dengan bonus demografi secara otomatis akan menciptakan banyak tenaga kerja baru yang sehat dan terdidik.

Caleg PKB Fandi Utomo Berkomitmen Terus Kawal RUU Pesantren dan Fokus Garap Bonus Demografi

Dejan Antonic Tegaskan Peluang Andik Vermansah Turun di Laga Persebaya Vs Madura United Sangat Besar

Namun jika tidak dibarengi dengan skil yang memadai, revolusi industri akan semakin berimbas pada berkurangnya kebutuhan tenaga kerja karena telah banyak peran pekerja yang digantikan dengan kemajuan teknologi.

“Ini menyebabkan kemajuan yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya, saya berikan contoh di tahun 2016 pabrikan mobil Volvo mendapatkan lisensi untuk produk mobil truk tanpa supir di amerika,” papar Fandi yang juga mantan dosen ITS ini

“Ini contoh saja, dan implikasinya di Amerika kira-kira ada 1,6 juta pekerja akan mengalami pergeseran pekerjaan,” tambahnya.

Oleh karenanya, pemerintah di era Jokowi telah mempersiapkan diri untuk membantu rakyatnya agar dapat bersaing dengan kemajuan teknologi agar para pekerja dapat memperbaharui dan meningkatkan skill bekerja mereka.

“Jika terjadi PHK maka negara harus siap, karena itu mungkin pergeseran yang mungkin akan dihadapi, sehingga keterampilan para pekerja ini, baik pekerja baru, maupun pekerja yang kena PHK, dia harus di reorientasi skillnya atau di up skil nya, dan ini ada di Kartu Pra Kerja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi getol menjelaskan jika kartu Pra Kerja merupakan program peningkatan pelatihan yang akan diberikan oleh pemerintah bagi para pekerja. Ia berharap mereka akan mendapatkan bekal ketrampilan yang akan dibutuhkan dalam revolusi Industri 4.0.

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved