Hujan Deras di Lamongan, Tiga Desa Terdampak Banjir, Area Persawahan Pun Kebanjiran

Hujan Deras di Lamongan, Tiga Desa Terdampak Banjir, Area Persawahan Pun Kebanjiran.

Hujan Deras di Lamongan, Tiga Desa Terdampak Banjir, Area Persawahan Pun Kebanjiran
SURYA/HANIF MANSHURI
Banjir di wilayah Bakalanpule akibat curah hujan tinggi, Selasa (02/04/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Hujan deras yang mengguyur Lamongan semalam berdampak sangat parah banjir di wilayah Kalitengah.

Bahkan kini warga di dua Kecamatan, Turi dan Kalitengah saling tuding lantaran pintu air di kanal - kanal yang ada di wilayah Turi dibuka.

Akibatnya, sejumlah desa yang ada di wilayah Kalitengah tenggelam karena luberan air dari anak sungai.

Banjir di Lamongan Kembali Menggenangi Dua Kecamatan, Rumah, Hewan Ternak hingga Sawah Terdampak

Kedua Pengantin dari Lamongan Ini Menikah Pakai Seragam Silat Tiga Serangkai, Saat Akad dan Resepsi

"Sekarang air tambah tinggi, karena pintu dam air di Turi dibuka terus," kata Ardianto, warga Desa Tiwet Kecamatan Kalitengah, Selasa (02/04/2019).

Kalau pintu dam di Turi ditutup, maka banjir di Kalitengan tidak seberapa parah.

Kasus Dugaan Penganiayaan, Pemain Timnas U-22 Saddil Ramdani Jalani Sidang Perdana di PN Lamongan

Saat ini permukaan banjir di tiga desa, Tiwet, Jelakcatur dan Blajo Kecamatan Kalitengah terus merangkak naik.

Satu bukti, Ardianto menjadi korban banjir, terpaksa ia harus memindahkan puluhan ayam jantan peliharaannya ke tempat yang lebih tinggi.

"Kesel barusan memindahkan ayam ke kandang milik teman yang posisinya lebih tinggi," ungkap Ardianto.

Diperkirakan, lanjut Ardianto, banjir akan lebih tinggi lagi setelah volume air dari selatan akibat hujan semalam mengalir ke utara.

"Perkiraan yang nanti sore itu masuk ke utara," katanya.

Terkait tudingan warga Kalitengah, soal pintu dam Turi yang dibuka saat musim penghujan, Faizin, warga Turi mengungkapkan, jika pintu dam ditutup, maka air akan bertahan di Turi dan mengakibatkan banjir juga.

"Nek pintu dam ditutup, Turi yo banjir," ungkap Faizin.

Akibat curah hujan tinggi juga mengakibatkan banjir di Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung.

Terhitung, sejak awal 2019, sudah tiga kali Bakalanpule banjir akibat curah hujan tinggi.

Hingga pagi tadi, genangan air melintas di jalan Desa Bakalanpule. Para petani resah akibat banjir ini, lantaran tanaman padi mereka yang baru berumur sepuluh hari tenggelam banjir.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved