Mendagri Tjahjo Kumolo Ajak Mahasiswa Aktif di Pemilu 2019, Singgung Soal Peran dan Tanggung Jawab

Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo mendorong mahasiswa untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019

Mendagri Tjahjo Kumolo Ajak Mahasiswa Aktif di Pemilu 2019, Singgung Soal Peran dan Tanggung Jawab
TRIBUNNEWS.COM
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo mendorong mahasiswa untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019.

Menurutnya partisipasi mahasiswa dapat memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mengajak sesama mahasiswa, lingkungannya dan keluarga untuk menggunakan hak pilihnya.

"Saya kira peran mahasiswa penting, disamping menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani tapi juga mahasiswa harus ikut terlibat dengan ikut mengontrol mengawasi. Syukur bisa hadir saat penghitungan di TPS dan ikut menjaga serta mengawasi," kata Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo saat memberikan kuliah umum di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan Materi, Selasa (2/4/2019).

Fakta Penemuan Mayat di Jembatan Gadang Malang, Saksi Sebut Lihat Penusukan dan Pengeroyokan

Korban Longsoran Gunung Kapur Sadeng Kabupaten Jember Ditemukan, Kondisi Mayat Sudah Tak Utuh Lagi

Melalui kuliah umum, Thahjo Kumolo juga menilai partisipasi mahasiswa sebagai kelompok terdidik memiliki persepsi politik dan kepekaan tinggi.

"Saya kira mahasiswa dengan ilmunya sebagai masyarakat terdidik harus ikut. Mahasiswa adalah elemen masyarakat, ada disiplin ilmunya supaya mampu menggerakan dan mengorganisir sesama mahasiwa untuk berpartisipasi dalam politik secara demokratis dan sehat," kata Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo di Universitas Wijaya Kusuma, Selasa (2/4/2019).

Gerakan pelopor meningkatkan partisipasi masyarakat dengan menggerakan mahasiswa untuk ikut berperan dan mengajak partisipasi masyarakat untuk tidak golput.

"Soal pilihan mahasiswa bebas memilih yang penting jaga kerukunan dan persatuan jangan sampai diganggu provokasi tidak sehat," katanya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved