Ingatkan Jaga Persatuan, Gubernur Jatim Khofifah Ajak Warga NU Waspadai Era Post Truth

Ingatkan Jaga Persatuan, Gubernur Jatim Khofifah Ajak Warga NU Waspadai Era Post Truth.

Ingatkan Jaga Persatuan, Gubernur Jatim Khofifah Ajak Warga NU Waspadai Era Post Truth
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Khofifah Indar Parawansa di tengah Istighotsah & Doa Bersama untuk Bangsa yang dihelat PCNU Kabupaten Mojokerto, di Terminal Baru Mojosari Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/4/2019) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah era pasca kebenaran atau post truth.

Hal itu disampaikan Khofifah di tengah Istighotsah & Doa Bersama untuk Bangsa yang dihelat PCNU Kabupaten Mojokerto, di Terminal Baru Mojosari Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/4/2019) siang.

Ia mengatakan semua elemen umat beragama harus tetap bersatu dan bersaudara.

Jumlah Saksi Tiap TPS Bisa Capai 50 Orang, Khofifah Minta Penyediaan Ruang yang Cukup oleh KPU

Hadiri Acara Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Ajak Umat Doakan Pemilu 2019 Berjalan Lancar

Lima Remaja Jember Dirawat Karena Kecanduan Game Online, Khofifah: Ortu Harus Cek Rating Game

"Kita harus bersaudara dengan umat seagama, dan juga dengan saudara-saudara kita yang bukan seagama," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak semua yang hadir untuk menciptakan suasana seduluran dengan sesama Warga NU, Umat Islam, dan seluruh Warga Negara Indonesia.

Gubernur Khofifah Akan Buat SMK Khusus Kulit di Magetan, Topang Pengembangan Industri Olahan Kulit

Khofifah Indar Parawansa Resmikan Kartu Jatim Berdaya, Pengusaha Dapat Pinjaman Lunak Bunga 6 Persen

Saat ini, menurutnya banyak warga terutama dari kalangan muda mulai lepas dari ajaran agama yang dianut.

Oleh karena itu sudah saatnya Warga NU membentuk jejaring utamanya di area perguruan tinggi. Hal tersebut telah diperkuat dengan banyaknya perguruan tinggi yang didirikan oleh NU.

Masih menurut Gubernur Khofifah yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat ini bahwa saat ini tidak hanya di Indonesia yang menjelang diadakannya Pemilu 2019, tetapi di seluruh dunia yaitu gencarnya berita- berita pasca kebenaran (post truth) muncul berita-berita bohong.

Lantaran banyak disebarkan, banyak yang menganggap berita itu benar oleh masyarakat yang pada akhirnya melahirkan semburan-semburan kebohongan (firehose of falsehood) yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan.

Untuk mencegahnya, salah satunya dengan mengajarkan jiwa kepemimpinan sesuai dengan junjungan Nabi Muhammad SAW mulai dari siswa TK hingga perguruan tinggi.

"Waspada dengan selalu berdzikir, bersholawat, mudah-mudahan Jawa Timur menjadi provinsi yang aman, nyaman, dan lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu KH Ali Mashuri dalam tauziahnya berpesan agar seluruh umat menjadi hamba Allah yang santun dengan tidak saling menghujat.

"Jangan berharap hidup mendapatkan keberkahan, kesuksesan apabila hati kita masih memelihara kebencian ," pesannya.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved