Polda Jatim Tangani Kasus Pembunuhan Mutilasi di Blitar

Polda Jatim bantu identifikasi jenazahnya berada di dalam koper ditemukan di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar,

Polda Jatim Tangani Kasus Pembunuhan Mutilasi di Blitar
SURYA/DIDIK MASHUDI
Foto kenangan almarhum Budi Hartanto saat usai mengikuti wisuda. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menindaklanjuti kasus mutilasi terhadap korban yang jenazahnya berada di dalam koper ditemukan di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/3/2019).

Korban dibunuh secara sadis dimutilasi oleh pelaku. Kondisi jenazah korban ditemukan tertelungkup di dalam koper tanpa kepala.

Informasinya, pihak Kepolisian memakai alat identifikasi berupa Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS) untuk mengetahui identitas korban.

Adapun identitas korban Budi Hartanto (BH) usianya diperkirkan 28 tahun kelahirannya sekitar 1991 atau 1993 warga Kota Kediri

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mangatakan, pihaknya membackup penyelidikan kasus pembunuhan mutilasi tersebut.

"Masih dalam lidik oleh Polda Jatim karena ada dua TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap Barung Mengera di Mapolda Jatim kepada Tribunjatim.com, Rabu (3/4/2019).

Guru Honorer Kota Kediri, Korban Mutilasi Sempat WA Rekannya Pukul 22.55

Andik Vermansah Nangis Saat Menyanyikan Song For Pride

7 Pelaku Pembunuhan di Jembatan Gadang Kota Malang Ditangkap

Barung Mangera menjelaskan pihaknya bersama tim DVI Forensik Polda Jatim masih melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.

Meski identitas korban sudah diketahui tetapi sesuai prosedur pihaknya akan melakukan rangkaian identifikasi berupa tes DNA dari keluarga korban hingga proses outopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Saat ini keluarga korban melakukan tes DNA untuk dicocokan terhadap jenazah korban.

"Memang identitas korban sudah diketahui namun harus divalidisasi karena belum 100 persem akurat kan. Itu bisa dilakukan melalui pemeriksaan forensik DNA, pemeriksaan darah dan lainnya," jelasnya. (don/TribunJatim.com).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved