Terkait Investor PPLI di Mojokerto, Wagub Emil Sebut Belum Ada MoU dengan Inggris

Wakil Gubernur Emil Dardak menyebut MoU antara Pemprov Jawa Timur dengan Inggris atau sektor swasta masih belum dilakukan.

Terkait Investor PPLI di Mojokerto, Wagub Emil Sebut Belum Ada MoU dengan Inggris
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang diwawancarai di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (21/3/2019). Fatimatuz zahroh 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski penjajakan dengan Inggris berupa pertemuan dengan duta besar sudah dilakukan untuk kerjasama pengolahan limbah berbahaya di Pusat Pengelolaan Limbah Industri (PPLI) di Desa Cendoro Kecamatan Dawarblandong Mojokerto, namun Wakil Gubernur Emil Dardak menyebut MoU antara Pemprov Jawa Timur dengan Inggris atau sektor swasta masih belum dilakukan.

Menurutnya, Pemprov Jawa Timur masih memilih dan melakukan penjajakan teknologi terbaik untuk bisa dimasukkan dalam PPLI di Mojokerto nantinya.

"MoU belum, tapi kita cari teknologi dan mitra untuk pengolahan limbah di Mojokerto itu benar. Semakin banyak pilihan makin bagus, karena kita bisa memilih, semakin bagus ekspertis semakin bagus managerial maka akan menjadikan pengolahan limbah kita maksimal di sana," kata Wagub Emil, Rabu (3/4/2019).

Lebih lanjut, jika nantinya resmi melibatkan investor asing, mantan Bupati Trenggalek ini menyebut bahwa dimungkinkan akan ada sistem kerja sama private public partnership (PPP) atau yang akrab dikenal dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Memang menungkinkan untuk PPP. Sebab dalam aturan sesuai dengan Perpres No 38 Tahun 2015, pengolahan limbah termasuk pembangunan infrastruktur yang bisa dilakukan kerja sama dengan format KPBU. Itu salah satu model yang governance-nya paling baik untuk menentukan investor yang akan masuk," beber Emil kepada Tribunjatim.com.

Saat ini, Pemprov dikatakan suami Arumi Bachsin ini, sedang melakukan pengaturan dan pembahasan juga terkait format keterlibatan BUMD. Sebab sebagaimana pemerintahan sebelum Khofifah-Emil, dalam penyediaan lahan di Desa Cendoro untuk PPLI ini dilibatkan dengan salah satu BUMD Pemprov Jawa Timur.

Mayat Pria Dalam Koper yang Ditemukan di Pinggir Sungai di Blitar Diduga Tanpa Kepala

Bus Sugeng Rahayu Terjun ke Sungai di Ngawi, Satu Penumpang Tewas, 15 Luka-luka

GIIAS The Series Antusias Sambut Ladies Day Out

"Maka dari itu kita akan siapkan format bagaimana nanti keterlibatan BUMD dan juga bagaimana peran pemerintah apakah diarahkan ke B to B, atau kalau PPP private sektor itu tanda tangannya langsung dengan Pemprov sebagai penanggung jawab proyek kerjasama," pungkas Emil kepada Tribunjatim.com.

Selain di Desa Cendoro, Emil memastikan bahwa dalam waktu dekat pengolahan limbah berbahaya juga akan dibangun di Lamongan. Namun berbeda dengan yang di Mojokerto, untuk PPLI di Lamongan murni adalah proyek swasta. Namun saat ini masuk pengurukan ijin pembangunan.(Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved