Berbekal Printer & Kertas HVS, 2 Pemuda Jombang Ini Cetak Uang Palsu, Ketahuan Saat Minum di Warung

Berbekal Printer & Kertas HVS, 2 Pemuda Jombang Ini Cetak Uang Palsu, Ketahuan Saat Minum di Warung.

Berbekal Printer & Kertas HVS, 2 Pemuda Jombang Ini Cetak Uang Palsu, Ketahuan Saat Minum di Warung
SURYA/SUTONO
Dua pencetak uang palsu diapit polisi di Mapolres Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Polres Jombang menangkap dua pemuda yang dituding mencetak dan mengedarkan uang palsu (upal) pecahan Rp 50.000.

Dalam menjalankan aksinya, mereka hanya menggunakan printer dan kertas jenis HVS (Houtvrij Schrijfpapier/bahasa Belanda, yang artinya kertas tulis bebas serat kayu).

Karena berbahan HVS, uang palsu hasil cetakan dua pemuda ini pun berkualitas rendah, dan sangat kelihatan bedanya dengan uang yang asli.

Guyuran Hujan Picu Harga Gabah Anjlok, Petani di Jombang Panen Padi Lebih Awal

Tawarkan Sabu-sabu di Lapangan Desa, Pemuda Asal Jombang Ini Diciduk Polisi, Pelaku Sempat Tak Ngaku

Tutup Football For Peace di PP Darul Ulum Jombang, Wagub Jatim Emil Salawatan Bareng Ratusan Santri

Empat Pelajar di Jombang Jadi Komplotan Curanmor

Dua pemuda yang diringkus itu Defit Sujianto (26), warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, dan Dwiky Muddasir (22), penjaga warnet asal Desa/Kecamatan Peterongan.

Berbareng penangkapan itu, polisi polisi juga menyita uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 44 lembar. Sebagian kecil upal sudah berhasil dibelanjakan.

Kecuali itu, polisi juga menyita satu unit monitor merek LG, satu unit CPU (central proccessor unit) merek Power Up, satu unit keyboard komputer merek Votre, serta satu unit printer warna merek Epson L360.

"Keduanya kini kami tahan di mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Kepala Bagian Opersional Satreskrim Polres Jombang Iptu Sujadi, kepada Surya.co.id (Grup Tribunjatim.com), Kamis (4/4/2019).

Sujadi menjelaskan, dua pelaku tersebut mempunyai peran masing-masing dalam mencetak upal. Defit bertugas mengedarkan uang palsu, sedangkan Dwiky bertugas mencetak uang palsu.

Dalam pengakuan kedua tersangka, kata Sudjadi, mereka baru melakukan aksi cetak upal selama Maret. Hasilnya, mereka sudah mencetak 48 lembar upal pecahan Rp 50.000.

"Dari jumlah tersebut, empat lembar sudah dibelanjakan untuk membeli bensin dan minum kopi. Untuk mengelabuhi penjual bensin dan penjual warung kopi, pembelanjaan dilakukan malam hari," tambah Sudjadi.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved