Kasus Mayat dalam Koper, Penyidik Polda Jatim Temukan Banyak Luka Sayatan di Lengan dan Kaki Korban

Kasus Mayat dalam Koper, Penyidik Polda Jatim Temukan Banyak Luka Sayatan di Lengan dan Kaki Korban.

Kasus Mayat dalam Koper, Penyidik Polda Jatim Temukan Banyak Luka Sayatan di Lengan dan Kaki Korban
TribunJatim.com/Samsul Hadi
Kolase penemuan mayat dalam koper di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, terdapat beberapa luka sayatan pada mayat Budi Hartanto (26) yang ditemukan di dalam koper yang tergeletak di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, Rabu (3/4/2019) lalu.

"Tempat mayat dalam koper memang ada beberapa sayatan sayatan dan bekas-bekas luka yang ditinggalkan," katanya saat ditemui awak media di ruang Humas Polda Jatim, Kamis (4/4/2019).

Kasus Mayat dalam Koper, Polda Jatim Sudah Periksa 13 Saksi, Mereka Adalah Orang-orang Dekat Korban

Kasus Mayat dalam Koper Tanpa Kepala, Ibu Korban Duga Bermotif Kriminal: Bawa Uang Banyak Saat Pergi

6 Fakta Terbaru Penemuan Mayat dalam Koper, Warga Ketakutan hingga Dugaan Pembunuhan & Tak Berkepala

Penemuan Mayat dalam Koper di Kabupaten Blitar yang Sedang dalam Tahap Autopsi, Korban Pembunuhan?

Beberapa luka sayatan tersebut menjadi bukti otentik yang bakal menjadi rujukan penyidik Polda Jatim menentukan kapan dan seberapa lama korban meninggal.

"Saat ini penyidik sedang mengidentifikasi untuk melihat apakah sayatan yang ditinggalkan itu berhubungan dengan lamanya waktu meninggalnya korban," lanjutnya.

Luka sayatan itu terdapat di beberapa bagian tubuh mayat guru honorer tersebut. Di antaranya, terdapat di lengan, dan kaki.

"luka-luka yang teridentifikasi pada tubuh korban meliputi luka sayatan di bagian lengan," tandasnya.

Sekadar diketahui, sesosok mayat ditemukan di dalam koper yang tergeletak di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, Rabu (3/4/2019).

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu bernama Rudi Hartanto (28), warga Jalan Taman Melati, Tamansari, Kediri.

Ia dikenal pendiam, dan berprofesi sebagai guru kesenian di SDN Banjarmlati yang berstatus sebagai guru honorer.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved