Kasus Mayat dalam Koper, Polda Jatim Sudah Periksa 13 Saksi, Mereka Adalah Orang-orang Dekat Korban

Kasus Mayat dalam Koper, Polda Jatim Sudah Periksa 13 Saksi, Mereka Adalah Orang-orang Dekat Korban.

Kasus Mayat dalam Koper, Polda Jatim Sudah Periksa 13 Saksi, Mereka Adalah Orang-orang Dekat Korban
SURYA/M ROMADONI
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, pihak penyidik telah lakukan pemeriksaan belasan orang yang berkaitan dengan penemuan mayat dalam koper di Blitar.

Ia menyebut, sejauh ini sudah ada sedikitnya 13 orang yang telah diminta keterangan.

Secara spesifik, Frans Barung tidak bisa menjelaskan, siapa saja identitas 13 orang itu.

Teman Mayat Pria Tanpa Kepala Dalam Koper di Blitar, Rata-rata Bertingkah Gemulai

Polisi Ungkap Hasil Visum Mayat Tanpa Kepala dalam Koper di Kabupaten Blitar, Sebut Soal Terpenggal

Fakta Terbaru Guru Honorer yang Dimutilasi dalam Koper di Kabupaten Blitar Dimakamkan Tanpa Kepala

Polisi Fokus Cari Kepala Mayat Dalam Koper yang Ditemukan di Blitar

Ia juga tidak bisa menyebutkan, siapa saja sosok yang memiliki kemungkinan besar menjadi terduga pelaku pembunuhan.

"Kami sudah mintai keterangan pada 13 orang, iya tadi ketambahan satu jadi 13 orang," katanya saat ditemui awak media di ruang Humas Polda Jatim, Kamis (4/4/2019).

Namun, ungkap Frans Barung, mereka yang dimintai keterangan oleh penyidik adalah orang-orang yang terbilang dekat dengan korban.

Dan, orang-orang yang berkomunikasi secara langsung maupun tidak langsung dengan korban beberapa hari sebelum korban ditemukan tewas.

"13 orang itu adalah mereka yang terbilang dekat dan mereka yang terbilang terakhir berkomunikasi dengan si korban," lanjutnya.

Sekadar diketahui, sesosok mayat ditemukan di dalam koper yang tergeletak di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, Rabu (3/4/2019).

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu bernama Budi Hartanto (28), warga Jalan Taman Melati, Tamansari, Kediri.

Ia dikenal pendiam, dan berprofesi sebagai guru kesenian di SDN Banjarmlati yang berstatus sebagai guru honorer.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved