Breaking News:

Heboh! Brunei Terapkan Hukum Islam Pertama di Asia Tenggara, Tak Segan Beri Hukuman Rajam Pelanggar

Bruney Darussalam menerapkan hukuman menurut syariat Islam. Tidak segan memberi hukuman mati dan potong anggota tubuh bagi pelanggar.

ISTIMEWA
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah 

Dia kemudian menambahkan bahwa dia ingin azan dikumandangkan di semua tempat umum, tidak hanya di masjid, untuk mengingatkan warga Muslim tentang kewajiban mereka.

Sultan, yang telah memegang takhta selama lebih dari lima dekade, juga bersikeras bahwa Brunei adalah negara yang "adil dan bahagia".

"Siapa pun yang datang untuk mengunjungi negara ini akan memiliki pengalaman menyenangkan dan menikmati lingkungan yang aman dan harmonis," katanya.

Sultan Hassanal Bolkiah, yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia dan tinggal di sebuah istana luas berkubah emas, mengumumkan rencana untuk pemberlakuan hukum tersebut pada tahun 2013.

Undang-undang baru ini membuat pelaku hubungan seksual sesama laki-laki dijatuhi hukuman mati dengan dirajam.

Sementara itu, bagi wanita yang didakwa melakukan hubungan seksual dengan wanita lain, hukuman maksimum adalah 40 pukulan batang tebu atau maksimum 10 tahun penjara.

Fase pertama dari hukum syariah di Brunei telah diperkenalkan pada tahun 2014 dan mencakup hukuman yang tidak terlalu berat, seperti denda atau hukuman penjara untuk tindakan pelanggaran seperti perilaku tidak senonoh atau melewatkan shalat Jumat.

Akhirnya, Gojek Indonesia Raih Predikat Decacorn Global, Tingkat Valuasinya Capai 10 Miliar Dolar

Keputusan untuk mengimplementasikan hukuman baru ini telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia, termasuk PBB yang menyebut Brunei "kejam dan tidak manusiawi".

Sejumlah selebritas dunia, mulai dari aktor George Clooney dan bintang pop Elton John, menyerukan agar hotel-hotel milik Sultan Brunei diboikot.

Phil Robertson, wakil direktur Asia di organisasi HAM Human Rights Watch mengatakan, undang-undang itu  "sangat biadab, mengimplementasikan hukuman purba untuk tindakan yang bahkan bukan tindak kejahatan".

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved