Alat Berat Tidak Bisa Masuk Lokasi, Perbaikan Tanggul Plalangan Lamongan Bersifat Sementara

Perbaikan tanggul anak sungai Plalangan, Kabupaten Lamongan yang jebol sepanjang 12 meter masih bersifat sementara dan belum permanen.

Alat Berat Tidak Bisa Masuk Lokasi, Perbaikan Tanggul Plalangan Lamongan Bersifat Sementara
Surya/hanif manshuri
Seperti ini penanggulangan tanggul Plalangan yang jebol. Baru sementara dan belum permanen, Sabtu (06/04/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Perbaikan tanggul anak sungai Plalangan, Kabupaten Lamongan yang jebol sepanjang 12 meter masih bersifat sementara dan belum permanen.

Sejumlah anggota BPBD, TNI dan masyarakat menangani sementara dengan memasang trucuk bambu dan memasang terpal serta tumpukan karung berisi tanah.

Meterial itu hanya dipasang disisi bibir bagian depan, sementara sisanya masih belum ditumpuki material.

Untuk mengerahkan alat berat pada kondisi sekarang ini sangat tidak mungkin dilakukan karena tidak ada akses jalan yang bisa dilalui menuju lokasi.

"Penanggulangan sekarang ini masih bersifat sementara," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin kepada Tribunjatim.com, Sabtu (6/4/2019).

Sebab kalau untuk penanggulangan secara permanen harus menggunakan alat berat.
Perbaikan sekarang ini sementara yang terpenting tanggul itu tidak lagi tergerus dan air meluas ke lahan tambak.

Ketiduran, Motor Pemilik Warkop di Jalan Manyar Gresik Raib Digondol Maling

6 Fakta Sosok Disebut Menteri yang Pernah Ditolak Vanessa Angel Dinner Mimican

Jalan Raya Masangan Wetan Gedangan Sidoaro Ruska Parah Berlubang, Warga Harapkan Perbaikan

Masyarakat dan BPBD akan bersama - sama mengawasi dan memantau lokasi titik tanggul yang jebol.
Dari hasil analis BPBD, menurut Muslimin, jebolnya tanggul Plalangan itu dipicu juga terpasangnya pipa PVC untuk saluran pembuangan dan memasukkan air ke tambak dengan pompa disel.

Mungkin ada tanah yang longgar pada sekitar pemasangan pipa PVC, selain arus deras air di anak sungai yang volumenya cukup tinggi akibat curah hujan di hulu.

Sementara itu, para petani tambak khawatir tanggul itu akan jebol lagi jika curah hujan tinggi lagi.

"Kalau arusnya deras bisa mengancam tanggul yang ditangani sementara itu," kata warga kepada Tribunjatim.com.(Hanif Manshuri/TribunJatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved