Belajar Capoeira Bersama Guru Besar Capoeira Asal Brazil

Escola Culture Zungu Capoeira Surabaya mengadakan workshop Kebudayaan Brazil bertema Mulheres Da Garoa Na Ilha Da Magia, bertempat di Food Society At

Belajar Capoeira Bersama Guru Besar Capoeira Asal Brazil
hefty Suud/Tribunjatim.com
Suasana workshop capoeira basic dari Escola Culture Zungu Capoeira Surabaya, bersama instruktur asal Brazil. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Escola Culture Zungu Capoeira Surabaya mengadakan workshop Kebudayaan Brazil bertema Mulheres Da Garoa Na Ilha Da Magia, bertempat di Food Society Atrium Pakuwon Mall Surabaya.

Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (5/4/2019) dan berakhir pada Minggu (7/4/2019). Johan Ishii, instruktur sekaligus penanggung jawab Escola Culture Zungu Capoeira Surabaya menyampaikan, hari ini, Sabtu (6/4/2019) ada sekitar 60 peserta dalam acara tersebut.

Mereka akan diajari beberapa kebudayaan Brazil, yaitu Ciranda, Samba da Roda, dan capoera. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Escola Culture Zungu Capoeira Surabaya menghadirkan guru besar (Mestre) capoeira asal Brazil, Antonio Carlos Cunha dan 11 capoerist perempuan dari Garoa, salah satu daerah di Brazil yang terkenal dengan capoerist perempuannya.

"Saya sengaja membawa kesebelas capoerist perempuan ini untuk menunjukkan bahwa capoeira juga bisa lo dilakukan oleh perempuan," papar Mestre Caca - sapaan Antonio Carlos Cunha.

Dalam workshop tersebut, para 60 peserta yang hadir akan belajar materi paling dasar dalam capoeira. Dikatakan Johan, gerakan dasar teraebut bertujuan untuk melatih kekuatan kuda-kuda, fleksibilitas dan koordinasi tubuh.

Para peserta, berlatih melakukan gerakan dasar capoera dengan diiringi alat musik, antara lain berimbau viola, pandeiros, dan atabaquê. Para instruktur pun bernyani serempak.

Dukung Jokowi-Maruf, Ratusan Milenial We Are 01 Family Gelar Flashmob di Ciputra World Surabaya

Semifinal Piala Presiden 2019, Madura United vs Persebaya: Dejan Antonic Pede Tanpa Asep Berlian

Khofifah Deadline Satu Bulan Polemik Sumber Air Wendit Klir antara Pemkab dan Pemkot Malang

Mestre Caca menambahkan, ada baiknya capoeira dipelajari sejak usia sedini mungkin. Sebelas perempuan yang diajaknya dalam workshop tersebut dikatakannya hampir semuanya sudah belajar capoeira sekitar 10 sampai 30 tahun, usia termuda yang mempelajari capoeira adalah 10 tahun.

"Mereka juga semuanya sudah menjadi pengajar capoeira di Brazil. Mereka pernah mengajar anak-anak, sampai dewsa. Salah satu dari mereka juga pernah mengajar anak usia enam bulan," Mestre Caca menjelaskan.

Lanjutnya, kunci dalam mempelajari capoeira, menurit Mestre Caca adalah kemauan atau niat mencoba sesuatu yang baru. Apabila seseorang memiliki niat untuk mempelajarinya, maka gerakan tidak akan menjadi kendala.

"Sebenarnya gerakan-gerakan capoeira itu mudah dilakukan, karena kan kita belajar ada step by stepnya. Yang sulit sebenarnya adalah niat dalam diri sendiri untuk mau mencoba sesuatu yang baru," ujarnya.

Niat untuk mau mencoba sesuatu yang baru, disebut Mestre Caca akan menjadi kekuatan untuk melawan rasa takut dalam diri seseorang. Kebanyakan, orang tidak mau belajar capoeira karena takut.

Namun, imbuh Mestre Caca, ketika seseorang berani memutuskan untuk belajar capoeira, semakin lama ia belajar, maka de gan sendirinya ia akan tertarik melakukan inovasi gerakan yang lebih menantang.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved