Rumah Politik Jatim

Hayono Isman Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang Demi Jaga Marwah Demokrasi

Politisi senior, Hayono Isman terus bertekad untuk mengubah citra DPR yang telah dianggap buruk oleh masyarakat selama ini.

Hayono Isman Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang Demi Jaga Marwah Demokrasi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Hayono Isman, Calon Anggota DPR RI Dapil Jatim I dari Partai mengajak masyarakat tolak politik uang demi marwah demokrasi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Politisi senior, Hayono Isman terus bertekad untuk mengubah citra DPR yang telah dianggap buruk oleh masyarakat selama ini.

Satu di antaranya, dengan bekerja untuk semata memperjuangkan rakyat.

"DPR hari ini menurut survei adalah yang terburuk, yang kedua partai politik. Oleh karena itu, saya akan berusaha mengubah wajah DPR yang dianggap buruk ini dengan kinerja untuk rakyat," kata Hayono.

VIDEO VIRAL Pengemis Kepergok Bawa Mobil Sendiri, Marah Saat Direkam Warga dan Coba Pukul Ponsel

Detik-detik Momen Pertemuan Luna Maya dan Syahrini, Cipika-cipiki sampai Rangkulan

Hayono Isman yang menjadi Calon Anggota DPR RI Dapil Jatim I dari Partai NasDem dengan nomor urut 1 ini mengatakan, untuk mengembalikan 'rumah rakyat' tersebut agar kembali dipercaya oleh rakyat.

Maka perlu kinerja baik dari anggota dewan di semua partai.

Putra pejuang kemerdekaan, Mas Isman tersebut berjanji, akan mengabdi untuk menegakkan keadilan serta memperjuangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat mulai kurang percaya terhadap wakil rakyat, lantaran minimnya pemimpin yang mampu mencegah korupsi.

"Karena di sanalah wajah demokrasi ini rusak, padahal tidak semua perilaku anggota DPR jelek. Hanya karena citranya, persepsinya buruk maka dianggap citra dewan itu buruk," paparnya.

UPDATE Kasus Mayat Tanpa Kepala dalam Koper, Indikasi Pembunuh Berkelompok, hingga Isu Motif LGBT

Berita Terpopuler: Chat WA Terakhir Korban Mayat dalam Koper hingga Kondisi Terbaru Ani Yudhoyono

Selain itu, Hayono juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga integritas di Pemilu 2019.

Di antaranya adalah dengan tidak menjual hak pilih atau suara kepada peserta Pemilu, baik kandidat legislatif maupun calon presiden-calon wakil presiden.

Mantan Menpora era Kabinet Pembangunan VI itu menilai, dengan membeli suara, maka secara tidak langsung mengizinkan para peserta Pemilu untuk melakukan korupsi di Pemilu 2019.

Hal ini juga menjadi pemicu tindakan korupsi kepada kandidat jika nantinya terpilih.

"Saya tidak mau jual beli suara. Karena kalau sudah mulai membeli suara itu yang sebetulnya benih koruptor tumbuh, tanpa kita sadari," tutup Hayono Isman.

Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved