BKNU PWNU Jatim dan Universitas Trunojoyo Kembangkan Madura Sebagai Sentra Industri Garam

BKNU PWNU Jatim dan Universitas Trunojoyo Kembangkan Madura Sebagai Sentra Industri Garam.

BKNU PWNU Jatim dan Universitas Trunojoyo Kembangkan Madura Sebagai Sentra Industri Garam
SURYA/AHMAD FAISOL
Kepala BRSDM KKP Prof Sjarief Widjaya, Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Dardak, Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi, dan Ketua PW BKNU Jatim Drs Mahmud Mustain, MSc PhD dalam Penandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama FGD terkait Pengembangan Kawasan Khusus Garam BKNU PWNU Jatim dan UTM di Lantai X Gedung Rektorat UTM, Senin (8/4/2019). 

Sedangkan inovasi produksi Garam Non Pangan yang berhasil diprototipe antara lain garam lifestyle. Hasil purifikasi untuk garam kecantikan, spa dan sauna, garam industry, garam farmasi, dan garam analisis.

Sukses itu lantas menjadikan UTM sebagai Kampus PUI Garam oleh Direktorat Kelembagaan Kemenristek Dikti pada November 2017. Diharapkan, UTM mampu menjadi solusi dari berbagai permasalahan kebutuhan garam nasional.

Saat ini, kampus negeri yang berlokasi di Desa Telang Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan itu telah memiliki Laboratorium Lapang Pusat Unggulan Iptek (PUI) Garam yang ditempatkan di Desa Padelegen Kecamatan Pademewu Kabupaten Pamekasan.

Pembangunanan Laboratorium Lapang PUI Garam di Kabupaten Pamekasan itu sebagai upaya pengembangan knowledge development, technology development, dan business development.

Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi mengatakan, pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan UGM, Suzukatsu Co., Ltd, dan PT Anta Tirta Karisma beberapa waktu lalu.

Suzukatsu Co, Ltd akan concern pada teknologi Flow Down System. Di mana sistem ini menggunakan teknologi tenaga angin untuk mengurangi kadar H2O air laut hingga menjadi air tua garam.

"Sedangkan PT Arta Tirta Karisma lebih fokus pada pengembangan rumah kaca. Kedua perusahaan itu akan berkolaborasi dengan para ahli garam nasional," katanya.

Ia menjelaskan, Laboratorium Lapang PUI Garam UTM itu juga diproyeksikan sebagai teaching farm (sekolah lapang) bagi masyarakat petambak garam.

"Mereka bisa belajar teknologi produksi garam pangan dan non pangan. Sekaligus teaching industry bagi pengembangan start up penguasaha baru di bidang
perggaraman," jelasnya.

Menurutnya, kekuatan itu akan menjadikan KST Garam sebagai pusat pengembangan pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pengembangan bisnis.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved