Rumah Politik Jatim

Caleg PKB Fandi Utomo Minta Isu Agama Tak Digunakan di Pemilu

Fandi Utomo terus meminta agar isu agama tak lagi digunakan dengan masif dalam kaitan Pemilu 2019.

Caleg PKB Fandi Utomo Minta Isu Agama Tak Digunakan di Pemilu
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Caleg DPR RI asal PKB untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 3, Fandi Utomo 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Caleg DPR RI asal PKB untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo nomor urut 3, Fandi Utomo terus meminta agar isu agama tak lagi digunakan dengan masif dalam kaitan Pemilu 2019.

Baginya, hal itu malah dapat menimbulkan perpecahan semata.

"Politisasi agama hanya akan memecah belah umat Muslim. Di Timur Tengah, bahkan di Indonesia sendiri, campuran isu politik dan agama mampu membuat orang menjadi radikal, bahkan siap melakukan bom bunuh diri atas nama agama. Berbahaya," jelas Fandi Utomo, Minggu (7/4/2019).

Fandi Utomo Terus Getol Sosialisasikan Gagasan Jokowi Agar Masyarakat Siap Hadapi Tahun 2020

Agar Tahu Teknik Coblosan dan Perbedaan Surat Suara, Warga Rungkut Mapan Barat Gelar Simulasi Pemilu

Di sisi lain, menurut mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari beberapa kalangan.

"Gus Dur sudah mengatakan dan mengajarkan kepada kita, Indonesia ini bangsa plural. Bukan milik satu kelompok tertentu saja. Keutuhan NKRI dan Pancasila harus tetap dijaga," tegasnya.

"Memisahkan antara politik dan agama menjadi penting karena menurutnya melakukan politisasi agama akan berdampak buruk kepada umat Islam karena dapat menyebabkan desakralisasi agama. Nilai luhur agama dapat semakin luntur dengan adanya ini (politisasi agama), dan hal ini dapat membuat perpecahan umat, ini bahayanya," tambah Fandi Utomo.

Blusukan ke Rungkut, Caleg DPR RI Fandi Utomo Sempatkan Berolahraga Bersama Warga

Hadiri Deklarasi Kiai Kampung untuk Jokowi-Maruf Amin, Berikut Pesan Yenny Wahid Sambut Pemilu 2019

Mantan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini melanjutkan, agama seharusnya berada di atas semua hal, tidak boleh digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain yang sifatnya duniawi.

"Agama ini beyond, di atas apapun. Janganlah digunakan untuk kepentingan yang hanya bersifat duniawi semata. Tidak elok dan tidak pas," pungkas Fandi Utomo.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved