Insiden Longsor di Tulungagung, Material Jatuh dari Ketinggian 75 Meter, Berikut Jumlah Pengungsi

Hujan deras di wilayah Tulungagung menyebabkan longsor. Material meluncur dari ketinggian 75 meter ke arah pemukiman warga.

Penulis: David Yohanes | Editor: Melia Luthfi Husnika
SURYA.CO.ID/DAVID YOHANES
Kondisi jalan Dusun Tumpakweru, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo setelah longsor, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Hujan deras yang melanda kawasan Dusun Tumpakweru, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Minggu (7/4/2018) sore mengakibatkan bencana.

Akibat hujan deras tersebut, terjadi tanah longsor yang menggerus jalan desa setempat.

Material longsor ini mengarah ke pemukiman warga, sehingga tujuh keluarga harus mengungsi.

"Dikhawatirkan turun hujan deras kembali dan bisa membahayakan mereka," ujar Kepala Dusun Tumpakweru, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Agus Setiawan, Senin (8/4/2019).

Kecelakaan Beruntun di Kediri-Tulungagung Sebabkan Satu Orang Tewas, Libatkan Anak di Bawah Umur

Kronologi Motor Suzuki Thunder Terbakar di SPBU Demakan Bojonegoro, Petugas Damkar Langsung Sigap

Fakta Potensi Terjadinya Gempa Bumi di Malang Raya, Berikut Penjelasan Pengamat dan Antisipasinya

Dusun ini berada di kawasan pegunungan, berbatasan langsung dengan Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Jalan yang longsor ada di daratan yang lebih tinggi dibanding pemukiman.

Saat longsor, material dari jalan ini meluncur ke arah pemukiman dengan ketinggian mencapai 75 meter.

Rumah yang terancam adalah mikik Paid (50), yang hanya empat meter di lokasi longsor.

Tiga rumah lainnya ada di serang jalan yang longsor, sehingga terancam jika terjadi longsor susulan.

"Jaraknya masih sekitar 25 meter dari tebing yang longsor, tapi harus diwaspadai jika ada longsor susulan," sambung Agus.

Longsor terjadi saat hari masih terang. Warga berlarian menjauh sambil memeringatkan warga lainnya untuk lari menjauhi lokasi.

Hingga Senin (8/4/2019) siang belum ada langkah pemulihan pascabencana di lokasi.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Soeroto mengatakan, penanganan longsor ini harua bersifat permanen.

Karena itu tidak mungkin ditangani dengan dana taktis yang bersifat sementara.

Karena itu BPBD akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Karena itu Soeroto meminta Kades setempat untuk membuat permohonan perbaikan ke Dinas terkait.

"Sayang kalau penanganan dengan dana besar tapi bersifat sementara. Langsung kita permanenkan saja," terang Soeroto.

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved