Polres Lamongan Bentuk Timsus Cyberpatrole Pelototi Grup - Grup Besar Medsos

Polres Lamongan Jawa Timur kini juga membentuk tim khusus untuk memantau penyebaran berita bohong. "Kita ada tim khusus yang bertugas memantau dan

Polres Lamongan Bentuk Timsus Cyberpatrole Pelototi Grup - Grup Besar Medsos
surya/Hanif Manshuri
Acara forum grup diskusi bersama ratuan milenial satu perwakilan sejumlah SMA sederajat dan mahasiswa di Pendopo Lokatantra, Selasa (09/04/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tak hanya Mabes Polri yang memelototi penyebaran berita bohong.

Bahkan Polres Lamongan Jawa Timur kini juga membentuk tim khusus untuk memantau penyebaran berita bohong.

"Kita ada tim khusus yang bertugas memantau dan melihat peredaran berita-berita semacam itu (hoaks, res)," kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung pada wartawan usai Forum Group Diskusi (FDG) yang bertema Bijak Bermedsos akan Menangkal Berita Hoax yang diadakan Polres Lamongan di Pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (09/94/2019).

Pihaknya sudah ada tim khusus cyberpatrol yang diawaki oleh anggota kepolisian. Tim ini, setiap hari berpatroli di dunia maya untuk melihat dan memantau media sosial.

"Kami ada yang namanya cyber patrol yang setiap harinya mereka berpatroli untuk menjelajah apakah di setiap medsos, baik itu facebook, instagram, twitter dan lainnya ada yang menyebarkan berita hoaks," kata AKBP Feby DP Hutagalung kepada Tribunjatim.com.

Banyak Pelajar dan Mahasiswa Kecewa Tak Bisa Urus Surat Pemindahan Pemilih Pemilu 2019 di Surabaya

Yuanita Christiani Ungkap Alasannya Luluh Pada Suami Setelah 5 Tahun, Sebut Sifat yang Tak Berubah

Terbongkar, Andika Babang Tamvan Layani Asmara Settingan, Tarif Rp 100 Juta, Ini Rincian Servisnya

Khusus untuk Lamongan, lanjut AKBP Feby DP Hutagalung, tim khusus cyberpatrol ini juga memantau sejumlah grup-grup media sosial yang besar yang ada di Lamongan.

Tim khusus ini, memantau peredaran dari berita-berita yang muncul.

"Kita harus bisa mencegah secara dini agar mereka kaum milenial tidak mudah terpapar," katanya AKBP Feby DP Hutagalung kepada Tribunjatim.com.

Sementara, terkait FGD yang melibatkan ratusan kaum milenial di Lamongan ini, tujuannya untuk memberikan literasi pembelajaran terhadap maraknya berita hoaks yang tersebar di media sosial.

Apalagi tahun ini adalah tahun politik yang notabene media sosial menjadi pijakan informasi terutama bagi generasi milenial.

Ditambahkan, selama tahun 2018, mengungkapkan berita hoaks tercapture yang masuk ranah pidana sebanyak 80 sampai dengan 90.

Masih ada ribuan berita hoaks yang tersebar melalui media sosial, termasuk di whatsapp dan telegram.

“Itu adalah data di tahun 2018. Sedangkan untuk tahun 2019 yang masih masuk bulan keempat, Polri sudah menangani ratusan perkara berita hoaks.

Menurut data yang diperoleh dari riset google dan asosiasi pengguna jasa internet Indonesia, dari 262 juta jiwa penduduk Indonesia, 57 persen diantaranya adalah pengguna internet dengan peringkat ke-6 di dunia atau nomor 1 se Asia Tenggara.

Sebanyak 57 persen tersebut atau kurang lebih 150 juta jiwa pengguna internet tersebut berada di rentang usia 16 sampai dengan 34 tahun.(Hanif Manshuri/TribunJatim.com).

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved