Gelar Fashion Show untuk Penyandang Disabilitas di Grand City Surabaya

Seorang perempuan mengenakan gaun bermotif batik serba biru melenggak-lenggok di atas panggung, yang terletak di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (12

Gelar Fashion Show untuk Penyandang Disabilitas di Grand City Surabaya
delyaoctovie/surya
Peserta disabilitas unjuk kebolehan modelling di lomba fashion yang diadakan oleh Asosia­si Masyarakat Peduli Warga Negara Berkeb­utuhan Khusus (AMALI WNBK), dalam rangka memperingati Hari Ke­sadaran Autisme Sedu­nia di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (12/4/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang perempuan mengenakan gaun bermotif batik serba biru melenggak-lenggok di atas panggung, yang terletak di Grand City Mall, Surabaya, Jumat (12/4/2019).

Sekilas, pemilik nama Desi Rahmadhani Mafira ini, tak ada bedanya dengan peserta lainnya, yang juga mengikuti lomba modelling gelaran Asosiasi Masyarakat Peduli Warga Negara Berkebutuhan Khusus (AMALI WNBK) dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia.

Lomba ini merupakan satu dari rangkaian acara yang mengajak WNBK untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi industri 4.0.

"Fira (panggilan akrabnya) ini kan tuna rungu, saya merasa itu tidak terlalu berpengaruh dalam dunia modelling, karena tidak fokus dengan pendengaran. Kalau sedang modelling, musiknya mati kan model harus tetap jalan. Jadi tidak perlu pendengaran," jelas Esti, ibu Fira kepada Tribunjatim.com.

Esti mengatakan, anaknya yang berusia 18 tahun itu sudah doyan catwalk sejak SMP kelas X.

Ia sendiri dulunya aktif di dunia model, sehingga ia sangat mendukung Fira.

Final Piala Presiden 2019, Arema FC vs Persebaya: Main 5 Menit, Abu Rizal Dapat Kartu Kuning

Aremania Rela Tidur di Stadion Kanjuruhan Malang Demi Dapat Tiket Arema FC Vs Persebaya

Asri Welas Nangis Umumkan Persalinannya Harus Dipercepat, Para Artis Ramai Beri Dukungan

Menurutnya, modelling bagi penyandang disabilitas seperti Fira penting untuk perkembangan soft skill-nya, karena membantu untuk lebih percaya diri.

"Biar dia percaya diri dan berani tampil. Kemarin terakhir ikut lomba Putri Nusantara, alhamdulillah dapat juara favorit. Padahal dia ada sesi perkenalannya, alhamdulillah dia bisa karena dia sudah implan, walau masih terapi supaya benar-benar bisa mendengar seperti yang lain," tuturnya.

Ketika mengikuti kontes, ketakutan terbesar Fira menurutnya adalah ketika sesi tanya-jawab dengan juri.

"Kalau perkenalan tidak masalah, tapi tanya-jawab dengan juri dia agak grogi. Dia bilang, 'mama, aku nanti nggak dengar apa yang diomong juri'. Tapi alhamdulillah bisa teratasi," ceritanya kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved