UPDATE Guru Honorer Dimutilasi, 2 Pembunuh Ditangkap, Potongan Kepala Ditemukan, Begini Kondisinya

Kasus guru honorer dimutilasi menemukan fakta baru, pelaku pembunuhan tertangkap berikut dengan potongan kepala yang sebelumnya belum ditemukan.

UPDATE Guru Honorer Dimutilasi, 2 Pembunuh Ditangkap, Potongan Kepala Ditemukan, Begini Kondisinya
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Petugas melakukan pencarian potongan kepala korban mutilasi di Sungai Kras, Jumat (12/4/2019). 

Koper warna hitam itu ditemukan tergeletak di pinggir sungai, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang.

Saat dibuka, ternyata koper itu berisi sesosok jenazah atau mayat.

Polda Jatim pun segera mengidentifikasi jenazah dan mengusut kasus tersebut

Proses yang telah dilakukan adalah penyidikan dan pemeriksaan 13 orang saksi yang merupakan rekan terdekat korban.

Budi Hartanto, guru honorer asal Kediri yang mayatnya dimutilasi dan dimasukkan ke koper lalu dibuang di Blitar.
Budi Hartanto, guru honorer asal Kediri yang mayatnya dimutilasi dan dimasukkan ke koper lalu dibuang di Blitar. (SURYA/DIDIK MASHUDI)

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu bernama Budi Hartanto (28), warga Jalan Taman Melati, Tamansari, Kediri.

Ia dikenal pendiam, dan berprofesi sebagai guru kesenian di SDN Banjarmlati yang berstatus sebagai guru honorer.

Polda Jatim juga memberikan keterangan terkait motif pembunuhan.

Polda Jatim menyebut, motif pembunuhan mengarah pada persoalan asmara.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menerangkan, beberapa dugaan motif pembunuhan yang disampaikan sebelumnya, semakin tak terbukti.

Fakta-fakta Film Ave Maryam yang Dibintangi Maudy Koesnaedi, Berlatar Kota Semarang Tahun 1998

Budi Hartanto semasa hidup -kolase foto kasus penemuan mayat di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar.
Budi Hartanto semasa hidup -kolase foto kasus penemuan mayat di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. (ISTIMEWA - Surya/Didik Mashudi)

Kombes Pol Frans Barung Mangera melanjutkan, hasil proses penyidikan yang berlangsung mengarah kuat ke asmara.

Motif asmara dalam kasus ini terlihat semakin muncul dan menguat.

"Jadi kami hilangkan motif perampokan atau ekonomi, kami masuk pada motif asmara," katanya saat ditemui awak media di ruang Humas Polda Jatim, Jumat (5/4/2019).

Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, temuan lain yang diperoleh penyidik berdasarkan keterangan para saksi, didapatkan keterangan bahwa korban memiliki kecenderungan orientasi seksual yang berbeda dari kebanyakan orang.

Hashtag #audreyjugabersalah Muncul dan Trending di Twitter Gantikan #JusticeFor Audrey, Ada Apa?

"Nah inilah yang akan tim penyidik dalami berkaitan dengan orientasi seksual yang berbeda," lanjutnya.

Kombes Pol Frans Barung Mangera tak menyebut secara eksplisit tentang maksud dari 'orientasi seksual yang berbeda'.

Namun, kuat dugaan korban memiliki orientasi relasi seksual sejenis.

"Ada kecenderungan ke arah situ sih," tandasnya.

Penulis: Ignatia
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved