Januari Hingga Maret 2019, Jatim Ekspor Barang Perhiasan Sampai USD 123,61 juta

Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono di Kantor BPS JATIM, senin (15/4/2019) mengatakan, Emas merupakan komoditas yang alami kenaikan ekspor Tertinggi

Januari Hingga Maret 2019, Jatim Ekspor Barang Perhiasan Sampai USD 123,61 juta
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono 

 Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Barang perhiasan dan bagiannya, logam mulia (disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak) merupakan komoditas ekspor dengan nilai tertinggi Jatim pada Maret 2019 sebesar USD 123,61 juta atau sekitar Rp 1,7 T.

Komoditas ini dominan diekspor ke Hongkong sebesar USD 45,60 juta.

Peringkat kedua ditempati oleh Tembaga dimurnikan paduan tembaga, tidak ditempa, katoda dan bagian dari katoda dengan nilai sebesar USD 109,29 juta. Dominan diekspor ke Vietnam sebesar USD 28,99 juta.

Peringkat ketiga Emas (termasuk emas disepuh dengan platina) tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi, atau dalam bentuk bubuk, dalam bentuk bongkah, ingot atau batang tuangan.

Nilainya sebesar USD 104,49 juta, paling banyak diekspor ke Swiss sebesar USD 42,58 juta.

(Cicipi Durian Ngantang, Gubernur Khofifah Optimistis Durian Jatim Bisa Laku di Pasar Ekspor)

(Manggis Watulimo Trenggalek Telah Tembus Pasar Ekspor)

Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono di Kantor BPS JATIM, senin (15/4/2019) mengatakan, Emas merupakan komoditas yang mengalami kenaikan ekspor paling tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Bila sebelumnya nilainya USD 34,32 juta kini naik menjadi USD 104,49 atau naik sebesar 204,48 persen.

Sementara itu penurunan ekspor terbesar terjadi pada komoditas Barang perhiasan dan bagiannya.

Nilai ekspornya kali ini mencapai USD 128,61 juta setelah bulan sebelumnya mencapai USD 287,08 juta atau turun sebesar 55,20 persen.

"Secara kumulatif selama Januari - Maret 2019, komoditas terbesar ekspor adalah Barang perhiasan dan bagiannya, yang memberikan kontribusi ekspor sebesar 11,31 persen, " tutur Teguh.

"Disusul komoditas sisa dan skrap dari logam mulia atau dari logam yang dipalut dengan logam mulia; sisa dan skrap lainnya mengandung logam mulia atau senyawa logam mulia, dengan peranan sebesar 4,13 persen, " tambahnya.

(Nilai Ekspor di Jatim Meningkat Jadi 1,81 Miliar Dolar, Berikut Perbandingan Sektor Migas & Nonmigas)

(Ikut Dukung Ekspor Produk, Tiga Peternak asal Jember Raih Penghargaan dari Kementerian Pertanian)

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved