Khofifah Indar Parawansa Minta Dinas Terkait Segera Tangani Gadis di Kediri yang Gigiti Jari Tangan

Gadis penderita gangguan jiwa di Desa Ngadi Kec. Mojo, Kab. Kediri, yang melukai tangannya sendiri mendapat sorotan dari Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa Minta Dinas Terkait Segera Tangani Gadis di Kediri yang Gigiti Jari Tangan
(Surya/Didik Mashudi)
Kadinsos Jatim Dr Sukesi menjemput Wiji Fitriani penderita jiwa pemakan jari tangan di rumahnya Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Kamis (18/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Gadis penderita gangguan jiwa bernama Widji Fitriyani (28) di Desa Ngadi Kec. Mojo, Kab. Kediri, yang melukai tangannya sendiri mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa  meminta dinas terkait yakni Dinas Sosial Prov. Jatim dan Dinas Kesehatan Prov. Jatim segera memberikan penanganan.

Pemkab Kediri juga dilibatkan khususnya untuk menurunkan tim medis dan ahli kesehatan jiwa.

“Saya minta Kadis Sosial dan Kadis Pendidikan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk bisa menangani pasien dengan baik,” tegas Khofifah saat kunjungi Yayasan Khodijah, Jl. Jendral A. Yani No. 2-4, Surabaya, Sabtu (20/04).

(Kadinsos Jatim Kunjungi Rumah Penderita Gangguan Jiwa Pemakan Jari Tangan)

(Tingkatkan Kualitas SMK, Khofifah Indar Parawansa Ingin Kurikulum Magang di Jatim Capai 10 Bulan)

Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa widji punya kebiasaan menggigiti jari-jari tangannya. Dia harus diobati hingga tuntas.

Disamping itu, keluarga korban juga harus diperhatikan dengan memberikan bantuan berupa sembako.

“Pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, serta keluarga yaitu neneknya harus diberi pendampingan,” ujar Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah pun memastikan Widji sudah dalam perjalanan ke RSJ Menur Surabaya.

(RSUD Dr Koesma Tuban Siapkan Kamar Kejiwaan dan Dokter Spesialis untuk Caleg Gagal yang Depresi)

(Pelaku Pembunuhan Pasutri di Tulungagung Bakal Diperiksa Kejiwaannya Oleh Psikiater)

Berdasarkan informasi yang ada, pasien Widji merupakan anak tunggal dari pasangan suami istri Supeno dan Sarminiwati.

Pasien juga diketahui telah ditinggal orang tuanya sejak lahir dan hanya tinggal bersama neneknya. Widji terdeteksi memiliki penyakit kejiwaan sejak tahun 2005.

Selain itu, pasien Widji juga diketahui telah memiliki riwayat medis dan pernah dirawat di RSJ Lawang pada tahun 2011, 2014, dan tahuj 2017.

Pada tahun 2017 ini diketahui mulai ada luka, bahkan beberapa ruas jari sebelah kirinya sudah habis digigitinya.

Hal inilah yang membuat berita terkait Widji dengan julukan gadis kanibal menjadi perbincangan dan viral.

(Humasvprovjatim/dwi)

(Gubernur Khofifah Puji Cepatnya Proses Pemungutan Suara di TPS 008 Tembelang Jombang)

(Malam Nisfu Syaban, Gubernur Khofifah Ajak Umat Islam Doakan Keselamatan Bangsa Indonesia)

 

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved