Pilpres 2019

Ribut Soal Hasil Quick Count, JKSN : Agar Warga Jaga Kerukunan

Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) berharap agar masyaarakat terus menjaga kerukunan sembari menunggu hasil real count KPU untuk hasil Pilpres dan

Ribut Soal Hasil Quick Count, JKSN : Agar Warga Jaga Kerukunan
TRIBUN TIMUR
Hasil quick count Pemilu 2019 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) berharap agar masyaarakat terus menjaga kerukunan sembari menunggu hasil real count KPU untuk hasil Pilpres dan Pileg 2019.

Sebagaimana disampaikan oleh Sekjend JKSN KH Zahrul Azhar Asad di Posko JKSN di Jalan Diponegoro, Surabaya, Sabtu (20/4/2019), ia berharap tidak ada upaya melakukan delegitimasi KPU.

Terutama kubu atau pihak yang saat ini banyak ramai melakukan aksi meragukan, tidak percaya, dan melakukan tindakan degradasi pada kinerja KPU RI.

"Jangan ada upaya delegitimasi peranan KPU. Jangan sampai over acting yang melebihi kapasitasnya sehingga medelegitimasi KPU," tegas kiai muda yang akrab disapa Gus Hans itu kepada Tribunjatim.com.

Justru ia meragukan bahwa yang melakukan upaya delegilitimasi KPU sejatinya bukan pendukung paslon nomor urut 2 atau nomor urut 1. Melainkan ada orang-orang tertentu yang memiliki tujuan lain.

"Saya khawatir, ini bukan dimunculkan dari pendukung 01 maupun pendukung 02 tapi ada orang-orang yang memang tidak menghendaki demokrasi di Indonesia," kata Gus Hans kepada Tribunjatim.com.

La Nyalla Sebut Amien Rais Tidak Fair, Soal Klaim Prabowo-Sandiaga Menang di Jatim

Yusril: Kemenangan Jokowi di Pilpres Tidak Terbentur UUD

Real Count Terbaru KPU Sabtu Sore pukul 16.00, Jokowi-Maruf 54,88 % dan Prabowo-Sandiaga 45,12 %

Lebih lanjut, ia melanjutkan, JKSN adalah lembaga dari unsur kiai dan santri yang ingin menyelamatkan khitah NU. Dimana JKSN selama ini melakukan upaya memenangkan pasangan Jokowi - KH Ma'ruf Amin tanpa membawa bendera NU.

Ia mengatakan JKSN menghargai hasil karya ilmiah yang salah satunya adalah hitung cepat atau quick count. Ia mengatakan dengan siapapun yang terpilih ia mengajak seluruh elemen untuk menghargai keputusan KPU yang akan merilis hasil rekapitulasinya pada tanggal 22 Mei 2019.

"Kami menghargai karya ilmiah yang merupakan science based approach atau mengedepankan keilmian. Salah satunya adalah quick count. Tapi kami tidak menjadikan quick count sebagai satu-satunya metode, namun menjadi salah satu pegangan kita selama belum ada hitungan lengkap dari KPU," tegas Gus Hans.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua JKSN, M Roziqi, ia mengimbau ke seluruh elemen JKSN yang berjuang untuk mengawal pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk tidak mudah berbawa dan percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya dan menyebar opini seakan-akan paslon nomor urut 01 kalah.

"Berbagai opini seakan-akan yang mengatakan 01 kalah, perolehannya nggak sesuai quick count, kami mengimbau masyarakat Jatim jangan cepat percaya, mari kita tabayyun dan menunggu hasil KPU yang pada tanggalnya akan mengumumkan hasil real countnya seperti apa," kata Roziqi.

Kiai Roziqi mengajak semua pihak untuk sabar, ikhlas dan meyakini bahwa KPU adalah lembaga resmi negara yang memiliki kewenangan untuk menjalankan Pileg dan Pilpres.(Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved