Bawaslu Sampang Beberkan Tiga TPS yang Terindikasi Kecurangan dan Berpotensi Jalankan PSU

Bawaslu Sampang mengklaim temukan tiga pelanggaran yang berpotensi membuat dilaksanakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Bawaslu Sampang Beberkan Tiga TPS yang Terindikasi Kecurangan dan Berpotensi Jalankan PSU
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sampang, Yunus Ali Ghafi saat di temui ke ruangannya, Kantor Bawaslu Sampang Jalan Rajawali Kecamatan/Kabupaten Sampang, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Bawaslu Sampang mengklaim temukan tiga pelanggaran yang berpotensi membuat  dilaksanakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sampang, Yunus Ali Ghafi, mengatakan pelanggaran pertama dari TPS 3 di Desa Trapang Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang,

"Ada sekitar 90 surat suara yang tercoblos sebelum pemungutan suara dimulai," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (22/4/2019).

Dengan rincian, 55 surat suara atas nama Hannan dari partai golkar, 10 atas nama Ali dari PKB, 8 dari caleg Tamar dari PKB, 8 dari partai Gerindra atas nama Arnudin.

(Bawaslu Surabaya Beri Rekom Lakukan Hitung Suara Seluruh TPS, KIPP Jatim: Terkesan Tak Profesional)

(Aksi Anggota KPPS Coblosi Surat Suara di Sampang Viral, Bawaslu Sebutkan Nama Pelakunya)

Kedua, terdapat kecurangan di TPS 6 Desa Madupat Kecamatan Camplong. Buktinya disbeut beredar di broadcast Whatsapp, ada aksi mencoblos surat suara Paslon Nomor Urut 1.

"Hasil dari klarifikasi teman-teman panwascam Kecamatan Camplong yang di temani Bawaslu Sampang, terdapat anggota KPPS atas nama Muhid yang melakukan pencoblosan surat suara pilpres tersebut," paparnya.

"Ada 4 warga lainnya yang ikut serta dalam membantu melakukan kecurangan kecurangan itu, atas nama, Samsul Arifin, Mutik, Hannan, dan satu orang yang belum tahu identitasnya," imbuhnya.

Hasil temuan Bawaslu yang ketiga berada di desa Rabesen Kecamatan Camplong di TPS 9 yang terdapat anggota KPPS yang ikut serta mencoblos dari lima surat suara.

"Anggota KPPS itu atas nama Yadi, terus ada nama Marsaki yang mencoblos 10 surat suara dari lima jenis pemilihan," katanya.

(Bawaslu Rekomendasikan Perhitungan Suara Ulang di 26 Kecamatan, Begini Tanggapan KPU Surabaya)

(Klarifikasi Bawaslu Surabaya Soal Rekomendasi Hitung Ulang Surat Suara, Tak Semua TPS Dihitung Ulang)

Yunus Ali Ghafi menjelaskan, Panwaslu Kecamatan masing-masing sudah mengajukan rekomendasi ke PPK untuk melakukan Penghitungan Suara Ulang.

Namun, dari setiap kejadian kecurangan di setiap wilayah memiliki Penghitungan Suara Ulang pada jenis surat suara yang berbeda-beda.

"TPS 3 Desa Trapang Kecamatan Banyuates melakukan Penghitungan Suara Ulang di lima jenis pemilihan, dan TPS 6 Desa Madupat Kecamatan Camplong melakukan PSU hanya di Pilpres," tandasnya.

"Sedangkan TPS 9 Desa Rabesen Kecamatan Camplong melakukan PSU di lima jenis pemilihan," tambahnya.

Reporter: TribunMadura.com, Hanggara Pratama

(Satgas Anti Mafia Bola Periksa Vigit Waluyo, Terungkap Modus Kecurangan yang Dilakukan Mafia Bola)

(Djoko Sebut Prabowo Siap Mundur dari Pilpres Jika Ada Potensi Kecurangan, BPP Jatim: Ini Antisipatif)

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved