Pilpres 2019

Banyak Petugas Pemilu yang Tumbang dan Kurangnya Surat Suara, DKPP Bakal Evaluasi

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Muhammad menilai penghargaan negara terhadap penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan ke

Banyak Petugas Pemilu yang Tumbang dan Kurangnya Surat Suara,  DKPP Bakal Evaluasi
SURYA/M SUDARSONO
Tim Urkes memeriksa kesehatan petugas yang mengamankan proses hitung surat suara di PPK, Minggu (21/4/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Muhammad menilai penghargaan negara terhadap penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan ke bawah masih kurang.

Hal ini ditegaskan Muhammad usai memantau proses pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Jember, Senin (22/4/2019).

Muhammad mengunjungi Bawaslu Jember, rekapitulasi suara di PPK Kaliwates, juga Kantor KPU Jember dalam kunjungannya ke Jember.

Saat diwawancarai perihal ambruknya sejumlah petugas penyelenggara Pemilu, Muhammad menegaskan penghargaan negara terhadap mereka harus dievaluasi.

"Tentang ambruknya sejumlah petugas penyelenggara Pemilu tentunya kami ikut berduka cita, mereka adalah pahlawan. Namun saya melihat penghargaan negara belum memadai. Tadi saya tanya sendiri ke PPK Kaliwates berapa honornya, menurut saya tidak layak. Ini harus dievaluasi, negara harus lebih peduli terutama kepada petugas di tingkat kecamatan ke bawah," ujar Muhammad kepada Tribunjatim.com.

Pengebom Gereja Sri Lanka Disebut Bernama Insan, Pemerintah Yakin Ada Peran Jaringan Internasional

Wawancara Eksklusif Bersama La Nyalla: Optimistis Lolos DPD RI Hingga Isu Potong Leher

TERKINI Hasil Real Count KPU Pilpres 2019, Jokowi 54,93 Persen VS Prabowo 45,07 Persen

Ketika disinggung apakah ada kemungkinan pelaksanaan Pemilu dikembalikan seperti tahun 2014, yakni dipisahnya pelaksanaan Pilpres dan Pileg, Muhammad menjawab hal itu masih menunggu kajian dan evaluasi.

Dia mengakui wacana pemisahan Pilpres dan Pileg seperti halnya tahun 2014 mulai muncul dari sejumlah tokoh dan pengamat.

Wacana itu muncul setelah fenomena Pemilu 2019 yang menelan korban meninggalnya sejumlah petugas, juga petugas yang ambruk karena sakit.

"Ya memang ada evaluasi terhadap itu. Sejumlah tokoh dan analis sudah merekomendasikan begitu (seperti Pemilu 2014), kita lihat evaluasi bersama nanti," lanjutnya.

Selain fenomena Pemilu 2019 yang menelan korban jiwa dan sakit, evaluasi dalam Pemilu 2019 ini adalah kurangnya surat suara saat hari H pemilihan 17 April lalu.

Muhammad mengakui hal itu. Kekurangan surat suara tidak hanya terjadi saat pemilihan di dalam negeri, namun juga di luar negeri.

Muhammad menuturkan perihal itu, DKPP masih menunggu laporan secara resmi.

"Meskipun in the spor sudah kita ketahui memang ada kekurangan surat suara di TPS. Dalih yang dipakai KPU masih normatif bahwa tidak mungkin memberi surat suara lebih dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) plus 2 persen. Itu juga harus dievaluasi secara serius supaya tidak terjadi lagi. Meskipun kita juga tidak boleh longgar, tetapi merencanakan jumlah suara suara itu kan sudah jauh hari sebelumnya, ada dasarnya. Tentunya akan kami evaluasi dalam forum tripartit antara KPU, Bawaslu, dan DKPP nanti," tegas Muhammad.

Secara nasional, dua hal di atas, lanjut Muhammad, menjadi persoalan yang mencolok dalam Pemilu 2019 ini. Karenanya, DKPP akan mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 bersama KPU dan Bawaslu RI.
(Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved