Baru Dibeli, 4 Scanner KPU Madiun Sudah Rusak, Proses Pengiriman Scan Form C dan C1 Terlambat

Baru Dibeli, 4 Scanner KPU Madiun Sudah Rusak, Proses Pengiriman Scan Form C dan C1 Terlambat.

Baru Dibeli, 4 Scanner KPU Madiun Sudah Rusak, Proses Pengiriman Scan Form C dan C1 Terlambat
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Sejumlah tenaga kontrak sedang melakukan proses scanning dan entry data hasil perolehan suara di tiap TPS, di KPU Kabupaten Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebanyak empat scanner yang digunakan untuk memindai  form C dan C1 di KPU Kabupaten Madiun rusak.

Hal itu menyebabkan, pengiriman scan C dan CI ke KPU Pusat mengalami keterlambatan.

Koordinator Situng KPU Kabupaten Madiun, Retno Melia, mengatakan kerusakan scanner sudah terjadi sejak tanggal 20 April 2018.

Padahal, scanner tersebut baru digunakan sejak 18 April 2019, lalu.

Jokowi-Maruf Menang Telak di Kota Madiun Berdasarkan Hitung Cepat Bakesbangpol, Ini Kata Ketua TKD

Ban Belakang Pecah, Truk Muatan Lipatan Karton Terguling di Tol Ngawi-Madiun

Jembatan Patimura Madiun Ambles Selebar 2 Meter, Jalur Utama Truk Barang Ngawi-Surabaya Tutup Total

Hasil Quick Count Bakesbangpol Kota Madiun, Jokowi Unggul Telak Atas Prabowo Sebesar 71,25 Persen

"Sudah tiga hari ini rusak, katanya hari ini mau direplace dari Surabaya, karena masih garansi," kata Retno saat ditemui,  Selasa (23/4/2019) siang.

Dia mengatakan, untuk kegiatan scaning atau pemindaian form C dan C1, KPU Kabupaten Madiun menyediakan 9 scanner.

Tiga di antaranya merupakan scanner lama, sedangkan enam scanner lainnya baru dibeli, namun empat dari enam scanner yang beru dibeli justru rusak.

"Justru yang dibeli baru yang rusak, mungkin produk gagal. Justru yang lama malah tidak rusak," kata Retno.

Dia mengatakan, akibat kerusakan empat scanner, petugas atau tenaga kontrak yang dipekerjakan oleh KPU Kabupaten untuk memindai form C dan CI menjadi lebih lambat.

"Pengaruhnya ya bikin kerja jadi lambat , saat ini data entrynya sudah sekitar 89 persen, sementara untuk pindainya baru sekitar 40 persen. Belum lagi, nanti saat upload juga lambat karena server down," jelasnya.

Ia menduga, kerusakan scaner juga disebabkan karena banyaknya form C dan C1 yang harus dipindai atau discann. Di setiap TPS ada 28 lembar form C dan C1 Pilpres, Pileg DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten.

"Padahal di Kabupaten Madiun ada 2565 TPS, dikali 28 lembar (per TPS) yang dipindai dan dientry," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved