Dampak Perubahan Iklim, Pemprov Jatim Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Penyediaan Air

Perubahan iklim yang dirasakan saat ini adalah peningkatan curah hujan dan musim kemarau yang semakin panjang.

Dampak Perubahan Iklim, Pemprov Jatim Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Penyediaan Air
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK), Senin (22/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perubahan iklim yang dirasakan saat ini adalah peningkatan curah hujan dan musim kemarau yang semakin panjang.

Hal ini disadari betul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Oleh sebab itu, dalam rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK), Senin (22/4/2019), Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan harus ada sinkronisasi penyiapan Jawa Timur dalam menyikapi dampak perubahan iklim untuk kemudian dicantumkan dalam RJMD yang kini tengah disusun.

Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Pasokan Energi untuk Peluasan Industri di Jatim Cukup

Banyak Daerah Jatim yang Direkomendasikan PSU, Emil Dardak Sebut Pemprov akan Beri Makanan Petugas

"Dari penelitian mereka, ada tujuh daerah di daerah aliran Sungai Brantas yang mereka petakan rentan ketersediaan air, yang biasanya mengandalkan sumur, sumurnya akan cepat kering. Tapi kalau sudah konek dengan pipa-pipa yang terhubung dengan sumber air, maka daerah ini akan tertolong," kata Emil Elestianto Dardak.

Tujuh daerah itu adalah Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokoerto, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Blitar.

Kawasan ini dikatakan Emil Elestianto Dardak akan terdampak dengan tren perubahan iklim, di mana musim hujan semakin pendek namun bercurah lebat dan musim kemarau yang panjang.

"Kesepakatan kita tadi bahwa kita nggak lihat sendiri perubahan iklim ini sendiri, tapi terintegrasi dengan indeks risiko bencana. Karena kami sekarang sedang menyusun RPJMD, mungkin nggak kalau kita tambahkan indikator yang kemudian merefleksikan pengurangan risiko bencana," kata Emil Elestianto Dardak.

Wagub Emil Dardak dan Arumi Bachsin Pilih Tempati Rumah Dinas di Margorejo Surabaya

16 TPS di Jatim akan Gelar Pemungutan Suara Ulang Pekan Ini, Ini Daftarnya

Sehingga bisa menurunkan risiko bencana, seperti ketersediaan air.

Emil Elestianto Dardak menambahkan, bukan hanya tugas BPBD saja, melainkan kerja sama banyak pihak.

Sebab, mantan bupati Trenggalek ini melanjutkan, risiko bencana diukur dari kerentanan dan kapasitas menghadapi kerentanan yang ada.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved