GOW Daur Ulang Limbah Fashion Menjadi Tas Lukis untuk Peringati Hari Kartini

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya, menggelar kegiatan melukis di atas tas tikar pada hari ini, Selasa (23/4/2019).

GOW Daur Ulang Limbah Fashion Menjadi Tas Lukis untuk Peringati Hari Kartini
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Sri Hardjanti (baju oranye) dari Dharma Yukti Pengadilan Negeri Kota Surabaya, menggambar karakter RA Kartini dengan tema abstrak dalam kegiatan melukis di atas tas tikar yang diadakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Atrium Rotunda Ciputra World Surabaya Mall, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya, menggelar kegiatan melukis di atas tas tikar pada hari ini, Selasa (23/4/2019).

Bertempat di Atrium Rotunda Ciputra World Surabaya (CWS) Mall, para peserta yang tampil anggun berkebaya tampak asyik menyapukan cat diatas tas tikar polos berhias pita bermotif batik.

Iis Hendro Gunawan, ketua GOW Surabaya mengatakan tas tikar yang dipakai dalam kegiatan tersebut merupakan hasil dari para pengrajin tas asal Surabaya, Lamongan, dan Sidoarjo.

Tas tikar dipilihnya supaya lebih ramah lingkungan.

(Memperingati Hari Kartini, Suporter Persesa Sampang Bagikan Sembako ke Sejumlah Warga)

(Rayakan Hari Kartini, Wanita-wanita Sulawesi Utara di Jatim Bagi-bagi Nasi Bungkus)

Selain itu tas tikar tersebut juga disebutnya sebagai upaya mengurangi limbah industri fashion.

Sebab, pada tas tikar itu, menggunakan kain perca batik dan kulit imitasi yang sudah tidak terpakai dalam industri fashion.

"Ternyata sampah itu nggak cuma ada sampah plastik saja. Industri fashion pun punya bahan tidak terpakai yang akhirnya jadi sampah, nah bahan nggak terpakai itu kami manfaatkan untuk kegiatan hari ini," jelas Iis.

Tas tikar yang sudah dilukis, nantinya akan bermanfaat untuk wadah belanjaan. Dengan begitu, tas hasil lukisan itu juga dapat mengurangi penggunaan kertas keresek.

"Jadi kalau dibilang kegiatan ini punya manfaat zero waste, iya juga. Karena kan itu tas nantinya bisa dipakai untuk belanja, jadi sudah nggak perlu minta tas keresek lagi," ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Iis, dalam kegiatan tersebut sekaki dayung dua tiga pulau terlampaui.

Selain memperingati Hari Kartini, kegiatan itu pun menjadi salah satu upaya menyelamatkan bumi, dengan mendaur ulang limbah industri fashion.

(Peringati Hari Kartini, Siswa SMAN 19 Latihan Public Speaking di Acara Wardah Bright Days 2019)

(Rayakan Kartini, Gabungan Organisasi Wanita Surabaya Ramai-ramai Melukis di Atas Tas Tikar)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved