Pengawal Pesta Demokrasi Gugur Lagi, Berjaga Semalaman Tohiron Sempat Muntah Darah Sebelum Meninggal

Suryatin masih sesenggukan saat menceritakan detik-detik suaminya, Tohiron (48), menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (21/4/2019) malam.

Pengawal Pesta Demokrasi Gugur Lagi, Berjaga Semalaman Tohiron Sempat Muntah Darah Sebelum Meninggal
SURYA.CO.ID/GALIH LINTARTIKA
Suryatin, istri Tohiron saat menunjukkan KTP suaminya saat ditemui di kediamannya, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Suryatin masih sesenggukan saat menceritakan detik-detik suaminya, Tohiron (48), menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (21/4/2019) malam.

Tohiron merupakan petugas Linmas yang beberapa waktu lalu baru saja menyelesaikan tugasnya mengawal jalannya pesta demokrasi Pemilu 2019.

Yang bersangkutan adalah petugas linmas TPS 21 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Terungkap Sebab Meninggalnya Pengawas TPS di Lamongan, Pihak RS Sebut Soal Virus & Muntah Kehitaman

Heboh Foto Bayi Mirip Capres 02 Prabowo Subianto Viral di Media Sosial, Banjir Komentar para Netter

Setelah tugasnya selesai, tepatnya dua hari paska Pemilu 2019, bapak dua ini jatuh sakit. Tohiron demam, bahkan tubuhnya pun menggigil. Tak hanya itu, yang bersangkutan pun mengeluarkan air liur bercampur darah dari mulutnya.

"Saya tidak menyangka suami saya meninggal. Karena selama ini tidak punya riwayat penyakit tertentu. Saya juga kaget, suami saya tiba-tiba sakit, dua hari setelah berjaga selama masa pencoblosan," kata Suryatin.

Tohiron pergi meninggalkan satu orang istri dan dua orang anaknya. Mereka adalah Aulia Meiyanti (19) dan Anggi Meirina (14)

Ibu dua anak ini, menjelaskan, setelah itu ia pun membawanya ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi dan penyakit yang diderita suaminya.

Tak Sengaja Temukan Pistol di Bawah Bantal, Bocah Empat Tahun Ini Menembak Kepalanya Sendiri

Bocah 11 Tahun Asal Tuban Nekat Cari Kakaknya ke Mojokerto Naik Sepeda Pancal, Ini yang Terjadi

"Seluruh uang tabungan, saya pakai untuk keperluan selama di RS, dan sampai suami saya meninggal dunia. Uang apapun saya gunakan, karena kami memang hidup pas - pasan," jelasnya.

Tapi apa daya, takdir pun berkata lain. Tohiron tak terselamatkan. Minggu malam, Tohiron meninggalkan keluarganya. Ia pergi untuk selamanya.

Sekadar diketahui, tugas sebagai Linmas TPS ini adalah kali pertama bagi Tohiron. Sebelumnya, sehari - hari, ia hanya seorang penjual yang membuka kios kecil di sebelah SPBU Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved