Rayakan Kartini, Gabungan Organisasi Wanita Surabaya Ramai-ramai Melukis di Atas Tas Tikar

Atrium Rotunda Ciputra World Surabaya (CWS) Mall hari ini, Selasa (23/4/2019) tampak dipenuhi perempuan yang asyik menghadapi tas berbahan tikar.

Penulis: Hefty Suud | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Sri Hardjanti (baju oranye) dari Dharma Yukti Pengadilan Negeri Kota Surabaya, menggambar karakter RA Kartini dengan tema abstrak dalam kegiatan melukis di atas tas tikar yang diadakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Atrium Rotunda Ciputra World Surabaya Mall, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Atrium Rotunda Ciputra World Surabaya (CWS) Mall hari ini, Selasa (23/4/2019) tampak dipenuhi perempuan yang asyik menghadapi tas berbahan tikar.

Para perempuan yang juga tampak kompak berkebaya itu, serius menguaskan cat ke tas tikarnya masing-masing.

Tak sekadar mengecat tas, beberapa tampak menggambar sosok ibu Kartini, ada juga yang tampak menggambar bunga.

Iis Hendro Gunawan, ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya  pada kesempatan itu mengatakan, memang sengaja pasukannya adakan untuk memperingati Hari Kartini.

(Istri Bupati dan Wabup Pamekasan Beri Penghargaan dan Tali Asih Dalam Peringatan Hari Kartini)

(Rayakan Hari Kartini, Wanit-wanit Sulawesi Utara di Jatim Bagi-bagi Nasi Bungkus)

Ketua pelaksana acara tersebut, Titik Nata yang berasal dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Surabaya mengatakan, ada lebih dari 50 peserta dalam kegiatan tersebut.

Semuanya berasal dari beberapa induk organisasi perempuan di Surabaya yang dinaungi oleh GOW.

Ditambahkan Iis, GOW memang kerap kali mengadakan kegiatan khusus untuk memperingati Hari Kartini. Di tahun sebelumnya, pihaknya melakukan kegiatan rias wajah, di tempat yang sama.

"Pokoknya setiap Hari Kartini, kami selalu buat kegiatan khusus untuk merayakannya. Cuma kegiatannya beda-beda, supaya para peserta yang semuanya berada dalam naungan GOW tidak bosan," jelas Iis.

Kegiatan melukis di atas tas tikar itu menjadi simbol bahwa perempuan harus terus belajar dan mengembangkan dirinya.

Sebab, seorang perempuan memiliki pengaruh yang sangat besar sebagai pribadi, seorang istri, dan ibu.

"Dengan kegiatan ini kami ingin menunjukkan, yang sudah ibu-ibu saja masih terus belajar, masih berkarya di luar. Kami ingin ini bisa menginspirasi perempuan-perempuan lainnya," ujar Iis.

(Bagi Customer Service PT Telkom Bangkalan, Kartini Adalah Sosok Perempuan Inspiratif dan Mandiri)

(GMNI Tuban Gelar Teatrikal Hari Kartini, Topeng Jokowi & Prabowo Saling Bersalaman, Jaga Guyub Rukun)

Senada dengan itu, Titik pun mengatakan bahwa melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memperingati sejarah sangat penting dilakukan.

Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya tidak melupakan sejarah.

"Kan RA Kartini sudah memperjuangkan kualitas hidup para perempuan. Nah berkarya itu kan salah satu cara kita untuk melanjutkan tanpa melupakan perjuangannya," imbuh Iis.

Salah satu yang tampak hadir dalam kegiatan itu adalah Diana Rudi, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Surabaya. Ia berpendapat, kegiatan tersebut sangat inspiratif untuk silaturahmi dan peningkatan kreasi para ibu-ibu.

"Kegiatan ini luar biasa inspiratif untuk silaturahmi. Juga, adanya kegiatan ini kan sama dengan memberi wadah bagi ibu-ibu untuk berkarya di luar rumah. Apalagi kalau dikemudian hari, karya yang dihasilkan bisa memberikan nilai ekonomi baginya dan keluarga," ujar Diana.

(Istri Bupati dan Wabup Pamekasan Beri Penghargaan dan Tali Asih Dalam Peringatan Hari Kartini)

(Rayakan Hari Kartini, Wanit-wanit Sulawesi Utara di Jatim Bagi-bagi Nasi Bungkus)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved