UPDATE Korban Bom Sri Lanka, 310 Tewas & 500 Luka, 40 Orang Ditangkap Polisi

Sebanyak 310 korban tewas dan 500 korban luka akibat ledakan di delapan tempat di Sri Lanka

UPDATE Korban Bom Sri Lanka, 310 Tewas & 500 Luka, 40 Orang Ditangkap Polisi
Asia Times
310 Korban Tewas akibat serangan bom di Sri Lanka 

Sebelumnya Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengakui sudah mendengar adanya informasi tentang rencana gelombang serangan bom pada Minggu (21/4/2019).

Seperti yang telah diposting Menteri Telekomunikasi Harin Fernando dalam Twitternya, tampak surat laporan intelijen itu tertulis tanggal 11 April 2019 atau sepuluh hari sebelum serangan.

 

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe merencakan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana bisa peringatan dari dinas intelijen asing tidak ditindaklanjuti.

Juru bicara Rajitha Senaratne menjelaskan, pemerintahan Wickremesinghe tidak mendapat pemberitahuan ujung dari perseteruannya dengan Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena.

Sebelumnya, Wickremesinghe dipecat dari jabatannya pada Oktober 2018. Kemudian ditugaskan kembali seusai Sirisena ditekan oleh Mahkamah Agung Sri Lanka.

Sirisena masih menjauhkan Wickremesinghe dari dewan pada Desember 2018 yang membuatnya tidak bisa menerima informasi rahasia soal keamanan negara.

Sehingga pasca serangan bom, Rajitha Senaratne berkata anggota dewan keamanan tidak bersedia untuk memenuhi panggilan Wickremesinghe dan membahas kejadian tersebut.

"Saya pikir, mungkin hanya inilah satu-satunya negara di dunia di mana anggota keamanannya tidak suka jika dipanggil oleh perdana menteri," sindir Rajitha Senaratne.

Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved