Terungkap, Tersangka Azis Agresif Bacok Guru Honorer Kediri Hingga Tewas, Karena Konsumsi Narkoba

Terungkap, Tersangka Azis Agresif Bacok Guru Honorer Kediri Hingga Tewas, Karena Sering Konsumsi Narkoba.

Terungkap, Tersangka Azis Agresif Bacok Guru Honorer Kediri Hingga Tewas, Karena Konsumsi Narkoba
SURYA/DIDIK MASHUDI
Azis Prakosa memperagakan adegan rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi guru honorer Budi Hartanto, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Tersangka Azis Prakoso (23) dalam rekonstruksi pembunuhan guru honorer dimutilasi Budi Hartanto (28) terlihat perannya paling agresif beberapa kali membacok korban, Rabu (24/4/2019).

Semula Azis berupaya melerai percekcokan antara Aris Sugianto dengan Budi Hartanto di warung nasi goreng yang dikelola Aris di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Sudah 3 Tahun Tangan & Kaki Perempuan dari Kediri Ini Dirantai di Kandang Sapi, Derita Gangguan Jiwa

Peragakan 38 Adegan Mutilasi Guru Honorer dalam Koper di Kediri, Tersangka Aris Kerap Menangis

Pemutilasi Guru Honorer Kediri Bakar Bajunya yang Terkena Darah di Blitar, Sang Ibu Lihat Aksinya

Dua Pelaku Mutilasi Guru Honorer asal Kediri Lempar Jasad Korban dari Atas Tanggul Sungai Blitar

Azis yang tidak tahu awal mula percekcokan tengah malam itu malah mengundang kemarahan korban yang mengambil pisau besar, kemudian disabetkan ke arah Azis.

Namun pisau besar itu kemudian berhasil direbut oleh Azis yang diganti disabetkan ke arah Budi Hartanto. Beberapa bacokan pisau itu mengenai tangan, kepala dan leher korban.

Azis saat menyerang korban terlihat agresif dibantu oleh tersangka Aris Sugianto.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebutkan, tindakan agresif yang dilakukan Azis karena dari hasil pemeriksaan tersangka juga sering mengonsumsi stimulan seperti narkoba.

"Tersangka memang sering mengonsumsi narkoba," ujarnya.

Pembacokan korban itu pada adegan ke 10 dan adegan ke 11 korban meninggal. Sehingga membuat korban bingung untuk menghilangkan jejak.

Kemudian muncul ide dari Aris untuk mengambil tas koper milik ibunya dari rumahnya di Blitar untuk membuang mayat korban.

Karena kopernya tidak muat terjadi mutilasi bagian kepala.

"Yang dibuang bagian kepala dahulu, kemudian badannya di lokasi terpisah di Blitar," jelasnya.

Penghilangan bagian kepala dilakukan untuk menghilangkan jejak awam. Selain itu supaya badannya dapat masuk ke dalam koper.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 338 karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dan pasal 365 karena melakukan pencurian sepeda motornya dengan kekerasan.

Tawa Jokowi Dengar Najwa Sebut Prabowo Jadi Presiden, Ekspresinya Berubah Saat Kecurangan Dibahas

Hotman Paris Blak-blakan Soal Video Panas Artis-Atlet, Mereka Cuma Punya 6 Pack, Saya 6 Lamborghini

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved