Berbulan-Bulan Atap SDN Unggulan Magetan Ambrol, Para Siswa Takut Kejatuhan

Sedikitnya ada empat ruang kelas di SDN Unggulan, Kabupaten Magetan yang atapnya rusak parah, ambrol, hingga lubang menganga.

Berbulan-Bulan Atap SDN Unggulan Magetan Ambrol, Para Siswa Takut Kejatuhan
Surya/Doni Prasetyo
Naren dan Ilham siswa klas 2 SDN Unggulan yang dulu bernama SDN Internasional, menunjukan atap ruang kelas yang dipakai ujian siswa klas 6, ambrol sejak pergengahan 2018 lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sedikitnya ada empat ruang kelas di SDN Unggulan, Kabupaten Magetan yang atapnya rusak parah, ambrol, hingga lubang menganga.

Diperkirakan kerusakan itu sudah lebih setahun, namun sampai kini belum diperbaiki.

Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KMB) mengaku takut kena jatuhan material plafon yang setiap saat berjatuhan.

Keempat ruang kelas itu sampai sekarang masih digunakan KMB, bahkan saat Ujian Nasional (UNAS) ruang yang atapnya rusak cukup parah itu digunakan menguji klas enam.

(Polres Magetan Perketat Pengamanan di Sejumlah Tempat yang Rawan)

(Bebas Pilih Driver, Aplikasi PickMe Tawarkan Jasa Antar Jemput Berlangganan untuk Sekolah atau Kerja)

"Takut, setiap saat ada potongan atap jatuh. Saya dan teman teman takut kejatuhan. Makanya saya sering berpindah pindah bangku, karena ketakutan kejatuhan ,"kata Naren siswa klas 2 pada Kamis (25/4).

Menurutnya, atap ambrol itu sudah lama terjadi, seingatnya tahun 2018.

Namun siswa klas 2 itu tidak tahu tepat kapan dan apa penyebab ambrolnya. Padahal SDN ini sebelumnya bernama SDN Internasional, dibangun sekitar 2007 itu.

"Saya tidak tahu, saya lihat sudah ambrol waktu saya kelas 1. Karena atapnya bolong, kalau ada angin, masuk sangat kencang. Kalau ada hujan, airnya juga masuk kelas,"ujar Naren, dibenarkan Ilham.

Menurut Naren, empat ruangan yang atapnya ambrol yakni tiga ruang kelas dan satu perpustakaan.

(UNBK di Gresik Berlangsung Aman dan Lancar, Wakil Bupati Minta Sekolah Siapkan Genset)

(Hari Pertama UNBK SMP, Plt Bupati Trenggalek Gus Ipin Pantau Pelaksanaan Ujian di Tiga Sekolah)

Di saat para siswa berani sampaikan keluh kesahnya, pihak sekolah justru memilih tak banyak berkomentar.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved