Kegaduhan Pasca Pemilu Tak Kunjung Reda, 37 OKP di Jatim Membuat Pernyataan Sikap

Melihat adanya polarisasi politik pasca Pemilu 2019, 37 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari Jatim yang tergabung dalam Forum Kebangsaan Jatim

Kegaduhan Pasca Pemilu Tak Kunjung Reda, 37 OKP di Jatim Membuat Pernyataan Sikap
sofyan arif candra /Tribunjatim
Forum Kebangsaan Jatim saat membacakan pernyataan sikap menanggapi polarisasi politik pasca Pemilu 2019 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melihat adanya polarisasi politik pasca Pemilu 2019, 37 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari Jatim yang tergabung dalam Forum Kebangsaan Jatim membuat pernyataan sikap.

Beny Kanggur, Koordinator Forum Kebangsaan Jatim mengatakan pernyataan sikap ini adalah untuk menyikapi tajamnya persaingan bahkan menuju kegaduhan di masyarakat yang tidak kunjung reda pasca Pemilu 2019.

"Apalagi ada salah satu pihak yang meng klaim kemenangan mendahului KPU, padahal kalau kita lihat hasil quick count di beberapa lembaga survei yang kredibel kan sudah jelas," kata Beny, Rabu (24/4/2019) malam.

Beberapa OKP yang nampak hadir dalam pernyataan sikap tersebut antara lain IPPNU, Pemuda Muslimin, Bantera Nusantara, Pemuda LIRA, dan OKP yang lain.

Salah satu pernyataan sikap dari Forum Kebangsaan Jatim adalah mengapresiasi KPU yang sudah melaksanakan Pemilu aman tertib jujur dan adil.

"Bawaslu juga sudah melakukan tugasnya dengan baik dan kami rasa disana sini Pemilu akan lancar sesuai rencana, tidak ada kecurangan-kecurangan," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Update Pagi ini, Situng KPU : Jokowi-Maruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Hotman Paris Blak-blakan Soal Video Panas Artis-Atlet, Mereka Cuma Punya 6 Pack, Saya 6 Lamborghini

BREAKING NEWS - Gempa M 4.0 Guncang Sumbawa, Getaran Dirasakan Sampai di Dompu

Beny juga menegaskan, Forum Kebangsaan Jatim mendukung penuh kepolisian untuk menenggak kan hukum kepada oknum-oknum di masyarakat yang berusaha memprovokasi dan mendelegitimasi Pemilu, termasuk adanya wacana people power.

"Kita akan melawan people power, tradisi demokrasi kita tidak ada seperti itu, itu memicu kerusuhan dan konflik," ucapnya.

Kedepannya, OKP yang tergabung dalam Forum Kebangsaan Jawa Timur ini akan terus melakukan konsolidasi se Jatim melalui struktur sampai tingkat kecamatan untuk mensosialisasikan bahwa people power adalah hal yang inkonstitusional.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved