Mendagri Tjahjo Kumolo Pastikan Petugas Pemilu 2019 yang Meninggal Mendapatkan Santunan dari Negara

Mendagri Tjahjo Kumolo sebut petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia akan mendapat santunan dari negara.

Mendagri Tjahjo Kumolo Pastikan Petugas Pemilu 2019 yang Meninggal Mendapatkan Santunan dari Negara
SURYA.CO.ID/FATIMATUZ ZAHROH
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Abdullah Azwar Anas saat Peringatan Hari Otonomi Daerah yang ke XXIII dipusatkan di Stadion Diponegro Kabupaten Banyuwangi, Kamis, (25/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Jumlah petugas Pemilu 2019 di Jawa Timur yang meninggal dalam menjalankan tugas masih terus bertambah.

Akan tetapi pemerintah memastikan bahwa para petugas yang meninggal dalam menjalankan tugas bakal mendapatkan santunan dari negara.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam wawancara usai kegiatan Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXIII yang diselenggarakan di Stadion Diponegoro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/4/2019), siang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Beri Perhatian untuk Keluarga Ketua KPPS 13 yang Meninggal Dunia

Anggota Linmas Penjaga Kotak Suara Pemilu 2019 di Tulungagung Meninggal Dunia, Dilaporkannya Telat

"Saya atas nama pemerintah menyampaikan belasungkawa dan duka cita, dan bahwa di pemilu ini ternyata secara fisik dan secara mental petugas KPPS kita di bawah tidak siap, yang biasanya kerja delapan hingga sepuluh jam sekatlrang kerjanya sampai 24 jam," kata Tjahjo Kumolo.

Selain mengucapkan bela sungkawa dan duka cita, saat ini ditegaskan Tjahjo Kumono, Bawaslu dengan atas perintah presiden ke Menkeu sedang membahas untuk pemberian santunan pada keluarga korban.

"Sudah disetujui, untuk memberikan santunan. Jangan dilihat jumlahmya. Tapi ini penghargaan kita untuk menghargai teman-teman KPPS termasuk Polri, TNI yang gugur laksanakan tugas dengan ikhlas untuk suksesnya Pemilu ini," tegas Tjahjo Kumolo.

Pengawal Pesta Demokrasi Gugur Lagi, Berjaga Semalaman Tohiron Sempat Muntah Darah Sebelum Meninggal

Di sisi lain, ia juga menyindir sejumlah pihak yang masih menyebut hasil pemilu hoaks, menyebar fitnah, namun yang tak bisa dipungkiri adalah penyelenggaraan Pemilu kali ini adalah pemilu yang terbesar di dunia dan terumit di dunia.

"Pemilu ini terbesar di dunia, terumit di dunia, tapi berjalan sukses dan aman di hari H tidak ada apa-apa. Dan tingkat partisipasinya lebih dari 80 persen," katanya.

Soal ada yang diulang, seperti pemungutan suara ulang, menurut Tjahjo Kumolo itu adalah bagian dari dinamika. Dan itu harus diamankan sebab yang harus disadari adalah pemilu Indonesia digelar di 81 ribu TPS.

"Mari kita ikuti aturan konsitusional. KPU Bawaslu bukan di bawah pemerintah, dia mandiri. Maka bagi seluruh peserta Pileg dan Pilres harus ikuti mekanisme konstitusional kalau ada yang tidak puas. Mari kita laksanakan aturan yang sudah disusun KPU," pungkas Tjahjo Kumolo.

(fz/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved