Mendagri Tjahjo Kumolo Tanggapi Soal Penggunaan E-Voting di Pemilu 2024: Semua Kemungkinan Terbuka

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan pelaksanaan menggunakan elektronik voting (e-voting) di Pemilu 2024 kemungkinan terbuka.

Mendagri Tjahjo Kumolo Tanggapi Soal Penggunaan E-Voting di Pemilu 2024: Semua Kemungkinan Terbuka
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat di acara Peringatan Hari Otoda ke XXIII di Stadion Diponegoro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pelaksanaan menggunakan elektronik voting (e-voting) atau pemilihan dengan cara elektronik bisa saja dilakukan di Pemilu 2024 mendatang.

Terutama jika ada evaluasi tentang mekanisme pelaksanaan Pemilu 2019 yang baru saja dilakukan. 

Hal itu ia sampaikan saat wawancara dengan media di Stadion Diponegoro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/4/2019).

Dikatakan Tjahjo Kumolo, opsi Pemilu 2024 menggunakan sistem e-voting masih terbuka sembari menunggu hasil evaluasi Pemilu 2019. 

"Semua kemungkinan terbuka (e-voting). Masukan KPU, Bawaslu, apa yang menjadi hak pemerintah, DPR punya kewajiban apa, kami akan duduk bersama apa yang butuh disempurnakan," kata Tjahjo Kumolo.

Diresmikan Mendagri, Pasar Pelayanan Publik Banyuwangi Kini Bisa Urus Dokumen Sambil Berbelanja

Mendagri Janji Panggil Bupati Mandailing Natal Pekan Depan, Bahas Soal Pengunduran Diri

Pasalnya, dikatakan Tjahjo Kumolo, Undang-Undang Pemilu sudah ada, putusan MK juga ada terkait aturan Pemilu.

Maka mana yang protabnya belum maksimal akan dilakukan evaluasi demi perbaikan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

"Tapi ini akan dibahas setelah Pulpres dan Pileg selesai tuntas," tegas Tjahjo Kumolo yang juga politisi PDIP ini.

Lalu, saat ditanya apakah e-voting siap dilakukan untuk Indonesia lima tahun mendatang, Tjahjo Kumolo menjawab hal itu tergantung permbahasan dan perkembangan yang ada dari rapat evaluasi yang mendudukkan pihak strategis Pemilu.

Ini Tanggapan Mendagri Tjhajo Kumolo Surat Suara di Malaysia yang Sudah Tercoblos

Mendagri Tjahjo Kumolo : Masa Kampanye Pemilu Sebulan Sudah Cukup, Tidak Terlalu Panjang

"Nanti selesai Pemilu kan ada evaluasi. Dengan anggota DPR yang baru, Sesneg, KPU, Bawaslu, partai politik. Yang penting bagaimana Pemilu bisa berjalan demokratis," tegasnya.

Namun, yang menjadi poin evaluasi saat ini menurut Tjahjo Kumolo, adalah seperti waktu kampanye yang terlalu panjang juga harus menjadi bahan ertimbangan evaluasi.

Selain itu juga masalag kertas suara yang terlalu banyak dan membiat ribet juga harus dijadikan bahan evaluasi.

"Seawal mungkin di tahun depan bisa dibahas. Sehingga persiapan untuk Pemilu 2024 bisa dilakukan dengan baik," tegasnya. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved