Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Hari Ini Dijadwalkan Diperiksa KPK Usai Dicokot Romahurmuzy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hari ini diperiksa KPK setelah mantan Ketua PPP Romahurmuziy menyebut namanya terkait korupsi Kemenag.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Hari Ini Dijadwalkan Diperiksa KPK Usai Dicokot Romahurmuzy
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang ingin dalam waktu dekat untuk membuat sekolah SMK baru dengan jurusan khusus kulit di Kabupaten Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polda Jatim hari ini, Jumat (26/4/2019).

Pemeriksaan itu terkait nama Khofifah disebut tersangka suap mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romy dalam kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019.

"Ya informasi yang saya dapatkan begitu, tapi kita lihat besok ya jadwal secara lengkap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, alasan mengapa Khofifah harus diperiksa di Jawa Timur bukannya di Kantor KPK karena salah satunya ialah keterbatasan tim penyidik.

"Karena ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Surabaya sejak hari ini. Jadi kan timnya juga terbatas ya penyidiknya. Sehingga beberapa kegiatan tersebut dilakukan di Jawa Timur," kata Febri.

Baca: Soal Kasus Romahurmuziy, KPK Berencana Periksa Khofifah Indar Parawansa di Polda Jawa Timur Besok

Sebelumnya, kesaksian Romy saat diperiksa penyidik KPK menyebut Khofifah adalah orang yang memberikan rekomendasi Haris Hasanuddin untuk mengisi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim.

"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, Mas Romi percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus," ucap Romy pada 22 Maret lalu.

Menurutnya, rekomendasi Haris Hasanuddin itu dinilainya lumrah saja karena semua pejabat Kanwil pasti bersinergi dengan Gubernur maupun bupati setempat.

"Kenapa? Karena banyak hal yang dalam posisi mereka membutuhkan sinergi dengan pemprov atau pemkab, itu biasa," kata Romy.

Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved